JAKARTA,http://Eksisjambi.com – Transformasi digital menjadi salah satu kunci utama dalam mendorong Indonesia mencapai target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi di tengah percepatan perkembangan ekonomi digital global. Untuk memperkuat daya saing nasional, pemerintah menegaskan pentingnya penguatan ekosistem digital yang ditopang oleh tiga fondasi utama, yakni talenta digital yang unggul, infrastruktur pusat data (data center) yang andal, serta industri semikonduktor yang kompetitif.
Hal tersebut disampaikan dalam keynote speech pada Seminar dan Anniversary Event 1 Dekade Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) Tahun 2026.
Dalam kesempatan tersebut ditegaskan bahwa pengembangan ekonomi digital Indonesia tidak dapat dilepaskan dari kesiapan infrastruktur data yang kuat. Keberadaan pusat data yang modern dan berkapasitas besar menjadi fondasi penting dalam mendukung pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), pengolahan data berskala besar, serta berbagai inovasi digital yang akan menentukan daya saing ekonomi nasional di masa depan.
“Data center yang kuat akan menjadi tulang punggung ekonomi digital Indonesia. Infrastruktur ini tidak hanya mendukung penyimpanan dan pengolahan data, tetapi juga menjadi fondasi pengembangan AI, layanan digital, serta berbagai inovasi teknologi yang semakin berkembang,” ungkapnya.
Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat data digital di kawasan Asia Tenggara. Potensi tersebut didukung oleh ketersediaan lahan yang memadai, biaya energi yang kompetitif, serta sumber energi terbarukan yang melimpah untuk mendukung operasional pusat data yang berkelanjutan.
Selain memperkuat infrastruktur digital di dalam negeri, pemerintah juga terus memperluas kerja sama ekonomi digital regional melalui ASEAN Digital Economic Framework Agreement (DEFA). Kerja sama tersebut diharapkan mampu membuka peluang ekonomi digital yang lebih besar sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam ekosistem digital ASEAN.
Di sisi lain, pemerintah juga memberikan perhatian besar terhadap pengembangan industri semikonduktor nasional. Langkah ini dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra global guna memperkuat kapasitas desain cip (chip design) yang akan menjadi fondasi berbagai teknologi masa depan.
Industri semikonduktor dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung perkembangan kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), kendaraan otonom, hingga komputasi kuantum. Oleh karena itu, pemerintah menargetkan pengembangan sebanyak 15 ribu talenta semikonduktor dalam tiga tahun ke depan untuk memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang.
“Penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar teknologi, tetapi juga mampu menjadi produsen dan inovator teknologi global,” katanya.
Pemerintah menilai momentum perkembangan ekonomi digital saat ini harus terus dijaga dan dimanfaatkan secara optimal. Dengan berbagai potensi yang dimiliki, Indonesia berada pada posisi yang sangat strategis untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi digital kawasan.
Karena itu, investasi pada pengembangan talenta digital, pembangunan infrastruktur data center, serta penguatan industri semikonduktor perlu terus dipercepat guna memastikan Indonesia mampu menjadi pemain utama dalam peta ekonomi digital global sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.**







