Brunei,http://Eksisjambi.com – Hilal atau bulan sabit muda penanda awal bulan Safar 1448 Hijriah berhasil terlihat dengan mata telanjang di Brunei Darussalam pada Rabu, 15 Juli 2026.
Pengamatan di lakukan sekitar pukul 19.03 waktu setempat. Berdasarkan laporan dari Astronomical Society of Brunei Darussalam (PABD), hilal tampak dengan jelas sehingga menandai datangnya bulan Safar dalam kalender Hijriah.
Selain berhasil di amati secara langsung menggunakan mata telanjang, hilal juga berhasil di deteksi menggunakan teknologi CCD (Charge-Coupled Device) melalui aplikasi Live Hilal Detection yang di kembangkan oleh PABD.
Teknologi ini membantu meningkatkan akurasi pengamatan hilal dengan memanfaatkan pencitraan digital beresolusi tinggi.
Keberhasilan rukyatul hilal ini menjadi salah satu pencapaian penting dalam bidang astronomi Islam, karena membuktikan bahwa pengamatan tradisional dapat di padukan dengan teknologi modern untuk memperoleh hasil yang lebih akurat.
Hilal merupakan fase awal bulan dalam kalender Hijriah yang menjadi acuan penetapan pergantian bulan Islam di berbagai negara.
Namun demikian, setiap negara memiliki metode penetapan awal bulan yang berbeda, baik melalui rukyat (pengamatan langsung), hisab (perhitungan astronomi), maupun kombinasi keduanya.
Di Indonesia, penetapan awal bulan Hijriah di lakukan pemerintah melalui sidang isbat yang mempertimbangkan hasil hisab dan laporan rukyatul hilal dari berbagai titik pengamatan di seluruh wilayah Indonesia.
Keberhasilan pengamatan hilal Safar 1448 H di Brunei ini menjadi salah satu referensi astronomi yang menarik perhatian komunitas falak dan umat Islam di berbagai negara.
Foto: Astronomical Society of Brunei Darussalam (PABD).*







