Nepal, Eksisjambi.com – Beredar di media sosial narasi yang menyebutkan adanya tradisi di kawasan kaki bukit Nepal berupa “festival perebutan gadis dan janda” yang di gelar setiap tahun. Dalam unggahan tersebut di klaim bahwa para lajang dapat datang ke acara tersebut dan meminang satu atau bahkan beberapa pasangan sekaligus.
Namun, klaim tersebut perlu di sikapi dengan hati-hati karena hingga kini tidak ada bukti yang kredibel bahwa Nepal memiliki tradisi nasional atau festival resmi seperti yang di gambarkan dalam unggahan viral tersebut.
Nepal memang di kenal sebagai negara yang memiliki keragaman budaya dan ratusan festival tradisional setiap tahunnya. Beberapa di antaranya berkaitan dengan adat pernikahan, kesuburan, hingga perayaan keagamaan. Akan tetapi, festival yang secara khusus memperbolehkan peserta “memperebutkan gadis dan janda” atau meminang beberapa pasangan sekaligus tidak di temukan dalam catatan budaya maupun sumber resmi.
Kemungkinan besar, narasi yang beredar di media sosial merupakan penyederhanaan atau interpretasi keliru terhadap salah satu tradisi lokal yang ada di wilayah pegunungan Nepal.
Sejumlah komunitas adat memang memiliki tata cara perjodohan yang unik, tetapi tetap di lakukan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak dan aturan adat setempat.
Di Nepal sendiri, praktik pernikahan di atur oleh hukum negara. Pernikahan harus di lakukan atas dasar persetujuan kedua mempelai, sementara poligami di larang menurut ketentuan hukum yang berlaku.
Karena itu, masyarakat di imbau untuk tidak langsung mempercayai informasi viral tanpa memeriksa sumbernya. Banyak konten di media sosial yang dibuat untuk menarik perhatian dengan judul sensasional, tetapi tidak di dukung fakta yang dapat di verifikasi.*







