Jakarta, http://Eksisjambi.com – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengingatkan bahwa dunia saat ini tengah berada dalam fase ketidakpastian global yang semakin kompleks dan saling bertumpuk.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi, keamanan energi dan pangan, hingga kehidupan sosial masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Dalam situasi tersebut, AHY menegaskan pentingnya kesiapan nasional yang di bangun secara bersama-sama untuk menghadapi berbagai potensi krisis, termasuk eskalasi konflik global yang berisiko berkembang menjadi perang berskala besar.
“Resiliensi bukan hanya soal bertahan dari krisis, melainkan kemampuan untuk pulih lebih cepat, beradaptasi lebih cerdas, dan bangkit lebih kuat setelah guncangan. Dunia kini bergerak dari sekadar mengejar efisiensi menuju ketahanan,” ujar Menko AHY.
Ia menegaskan, Indonesia tetap konsisten menjalankan prinsip politik luar negeri bebas dan aktif, tanpa berpihak pada blok kekuatan mana pun. Indonesia, kata AHY, justru memilih membangun kekuatan dari dalam negeri sebagai fondasi utama menghadapi dinamika global.
“Dengan fondasi nasional yang kuat, Indonesia dapat menjadi mitra tepercaya bagi banyak pihak, tanpa mudah di btekan atau di goyahkan oleh situasi global,” tegasnya.
Sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, AHY menekankan bahwa pembangunan infrastruktur memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan nasional. Infrastruktur tidak hanya dipandang sebagai proyek fisik semata, melainkan sebagai enabler pemerataan pembangunan, penguatan konektivitas ekonomi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Infrastruktur yang kita bangun harus untuk semua, tanpa meninggalkan siapa pun dan wilayah mana pun. Muaranya jelas, memperkuat perekonomian bangsa, menurunkan biaya logistik, membuka akses, dan menciptakan peluang ekonomi yang lebih merata,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut di sampaikan dalam kegiatan Nusantara Economic Outlook (NEO) 2026, yang di hadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah, pelaku usaha, akademisi, hingga media.
Dalam kegiatan tersebut, Menko AHY turut di dampingi Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Informasi Publik Herzaky Mahendra Putra serta Tenaga Ahli Bidang Politik dan Tata Kelola Pembangunan Kewilayahan Ahmad Khoirul Umam.
Melalui forum ini, AHY berharap tercipta kesamaan pandangan dan langkah strategis lintas sektor dalam memperkuat ketahanan nasional Indonesia di tengah tantangan global yang terus berkembang.**







