Home / Daerah / Internasional / Nasional / News / Sosbud

Senin, 10 Agustus 2026 - 08:33 WIB

Prasasti Baturaja Perkuat Dugaan Sriwijaya Berasal dari Sumatera Selatan

Foto tangkapan layar Prasasti Baturaja

Foto tangkapan layar Prasasti Baturaja

Pelembang, Eksisjambi.com- Penemuan dan kajian terhadap Prasasti Baturaja dinilai menjadi temuan penting yang melengkapi kronologi sejarah Kerajaan Sriwijaya. Prasasti tersebut diyakini memberikan petunjuk kuat mengenai lokasi Minanga yang selama ini menjadi teka-teki dalam sejarah awal berdirinya Sriwijaya.

Arkeolog dari Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wahyu Rizky Andhifani, menyebut Prasasti Baturaja merupakan kepingan penting yang melengkapi kisah yang tercantum dalam Prasasti Kedukan Bukit.

“Prasasti Baturaja adalah kepingan puzzle yang melengkapi potongan kronologis sejarah Sriwijaya. Prasasti itu menjelaskan kenapa kisah dalam Prasasti Kedukan Bukit terjadi. Kesimpulannya, Minanga itu berada di Komering (Ogan Komering Ulu Timur), Sumsel. Dengan begitu, dugaan Sriwijaya bermula dari Sumsel semakin kuat,” ujar Wahyu dalam Rapat Koordinasi Persiapan Penelusuran dan Penyelamatan Arsip Kemaritiman Sriwijaya di Palembang.

Wahyu menjelaskan, keberadaan Prasasti Baturaja pertama kali diketahui pada September 2018 setelah adanya laporan masyarakat mengenai sebuah batu yang diduga merupakan prasasti dan dimiliki oleh seorang warga di Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.

Setelah dilakukan penelusuran, batu tersebut dipastikan merupakan prasasti kuno. Selanjutnya, prasasti itu dibeli untuk diselamatkan sekaligus menjadi objek penelitian lebih lanjut.

Baca Juga :  Pemkot Sungai Penuh Gelar Safari Jumat di Masjid Raya, Wako Alfin Paparkan Progres Pembangunan Kota

Berdasarkan data Museum Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya (TWKS) Palembang, prasasti tersebut merupakan koleksi Amiril Mukmin, warga Baturaja. Ia memperoleh batu itu pada 2005 saat membeli sebuah kursi antik dari seorang kolektor. Karena itu, penemu pertama maupun lokasi asli ditemukannya prasasti hingga kini belum diketahui secara pasti.

Secara fisik, Prasasti Baturaja ditemukan dalam kondisi tidak utuh. Bagian atas dan sebagian bawahnya telah hilang, sementara bagian yang tersisa merupakan bagian inti atau tengah.

Fragmen yang ditemukan memiliki tinggi sekitar 24 sentimeter, lebar atas 26 sentimeter, lebar bawah 20 sentimeter, dengan lingkar sekitar 67 sentimeter. Prasasti dibuat dari batu andesit yang lazim ditemukan di kawasan sungai.

Pada bagian yang masih tersisa terdapat enam baris tulisan menggunakan aksara Pallawa dan bahasa Melayu Kuno.

Hasil pembacaan prasasti menunjukkan angka tahun yang hanya menyisakan dua digit terakhir, yakni “06”. Meski demikian, Wahyu meyakini angka lengkapnya adalah 606 Saka atau setara dengan tahun 684 Masehi.

Menurutnya, keyakinan tersebut didasarkan pada isi prasasti yang menceritakan kondisi Minanga yang telah runtuh atau jatuh.

Baca Juga :  Pemerintah Gelar Sidang Isbat 19 Maret 2026, Tentukan Awal Syawal 1447 H

Baris-baris berikutnya memuat kisah mengenai perundingan antara penguasa Sriwijaya dengan kelompok pemberontak, penawaran jabatan kepada pihak yang bersedia tunduk, hingga sumpah, ancaman, atau hukuman bagi mereka yang menolak.

Prasasti Baturaja dinilai menjawab salah satu misteri terbesar dalam sejarah Sriwijaya, yakni lokasi Minanga yang disebut dalam Prasasti Kedukan Bukit bertahun 604 Saka atau 682 Masehi.

Menurut hasil kajian, Minanga yang disebut dalam kedua prasasti diduga merupakan wilayah di kawasan Komering yang kini termasuk Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur), Sumatera Selatan.

Dalam Prasasti Kedukan Bukit dikisahkan bahwa Dapunta Hyang memimpin perjalanan suci bersama bala tentaranya dari Minanga menuju Mukha Upang sebelum mendirikan sebuah wanua atau permukiman yang kemudian berkembang menjadi pusat kekuasaan Sriwijaya.

Perjalanan tersebut dimulai pada 1 Mei 682 Masehi dan berakhir pada 26 Juni 682 Masehi.

Temuan Prasasti Baturaja kini memperkuat dugaan bahwa kawasan Komering di Sumatera Selatan memiliki peran penting sebagai titik awal perjalanan sejarah Kerajaan Sriwijaya, sekaligus memperkaya bukti arkeologis mengenai asal-usul salah satu kerajaan maritim terbesar di Nusantara.*

Share :

Baca Juga

Rakornas 2026

Daerah

Presiden Prabowo Buka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026

Advertorial

Kota Sungai Penuh Sabet Dua Penghargaan Pariwisata Nasional API Award 2022
kenaikan gaji pensiunan pns

Daerah

Rapel Kenaikan Gaji Pensiunan PNS 2026 Dikabarkan Cair..cek faktanya

Advertorial

Kades Desa Sinar Kalimantan Ucapkan Selamat Atas Pelantikan Bupati Dillah Hich dan Wakil Bupati Muslimin Tanja Kabupaten Tanjab Timur Periode 2025 – 2030

Daerah

DPC PJS Kabupaten PALI Resmi Terbentuk, Ini Terobosan yang Akan Dibangun

Daerah

Pemerintah Siapkan Aplikasi Pro-Karier ASN, Seluruh PNS dan PPPK Wajib Tahu

Advertorial

Sampaikan Laporan Dalam Agenda Paripurna Anggota DPRD Tanjabtim Berkaitan 2 Ranperda Tahun 2024

Daerah

Indonesia Raja Nikel Dunia, Kuasai Produksi Global