Home / Daerah / Internasional / Nasional / News / Peristiwa

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Seruan Boikot Bank Mandiri Bergema, Warganet Kompak Pamer Pindah Rekening

Foto Bank mandiri

Foto Bank mandiri

Jakarta, http://Eksisjambi.com – Gelombang seruan boikot terhadap Bank Mandiri mulai ramai bergema di media sosial menyusul polemik pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Mas Botok.

Sejumlah influencer hingga warganet mengunggah bukti telah memindahkan dana mereka dari Bank Mandiri ke bank lain sebagai bentuk protes.

Pantauan di platform Threads, X (Twitter), dan Facebook sejak Minggu (23/8/2026) malam menunjukkan banyak unggahan berupa tangkapan layar mutasi rekening maupun aplikasi Livin’ by Mandiri yang memperlihatkan saldo telah dipindahkan.

Dalam unggahan tersebut, sejumlah pengguna menyampaikan rasa kecewa terhadap kebijakan Bank Mandiri. Salah satu unggahan yang ramai dibagikan menuliskan, “Bye Mandiri, pindah dulu sebelum rekening gue yang diblokir,” disertai bukti transfer ke rekening bank lain.

Unggahan serupa kemudian mendapat ribuan interaksi dan dibagikan ulang oleh banyak pengguna media sosial.

Dipicu Kasus Rekening Mas Botok

Gelombang boikot ini muncul setelah Bank Mandiri mengonfirmasi telah melakukan pemblokiran terhadap rekening milik Supriyono alias Mas Botok dengan nilai saldo sekitar Rp80,9 juta.

Pihak bank sebelumnya menyatakan pemblokiran dilakukan atas permintaan aparat penegak hukum. Namun, penjelasan mengenai status hukum nasabah maupun dasar hukum tindakan tersebut belum diuraikan secara rinci kepada publik.

Baca Juga :  Jaksa Agung Buka Munas PERSAJA 2026

Sementara itu, Mas Botok menyebut dana di dalam rekening tersebut merupakan gabungan uang pribadi dan donasi masyarakat yang dikumpulkan untuk mendukung kebutuhan logistik aksi demonstrasi terkait RUU Perampasan Aset.

Warganet Pertanyakan Keamanan Dana Nasabah

Di media sosial, banyak pengguna mempertanyakan jaminan keamanan dana nasabah apabila rekening dapat diblokir berdasarkan permintaan aparat.

Sejumlah komentar yang menjadi viral menyebut tindakan tersebut dinilai dapat mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perbankan apabila tidak disertai penjelasan yang transparan mengenai dasar hukum dan prosedurnya.

Meski demikian, hingga kini belum ada bukti bahwa pemblokiran serupa terjadi terhadap nasabah lain di luar kasus yang sedang menjadi perhatian publik tersebut.

Banyak Mengaku Pindah ke Bank Lain

Mayoritas tangkapan layar yang beredar memperlihatkan perpindahan dana ke sejumlah bank swasta, seperti BCA, Bank Jago, dan SeaBank.

Tagar #PindahDariMandiri dan #BoikotBankMandiri juga ramai digunakan oleh pengguna Threads sebagai bentuk kampanye digital yang mengajak masyarakat memindahkan dana dari Bank Mandiri.

Baca Juga :  Sekda Kerinci Zainal Efendi Membuka Orientasi PPPK Formasi Guru Tahun 2023

Belum terdapat data resmi mengenai jumlah nasabah yang benar-benar menutup rekening atau memindahkan seluruh dananya sebagai dampak dari seruan tersebut.

Bank Mandiri Belum Beri Pernyataan Baru

Hingga berita ini ditulis, Bank Mandiri belum mengeluarkan pernyataan terbaru terkait maraknya ajakan boikot di media sosial.

Sebelumnya, pihak bank telah menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta menegaskan bahwa tindakan pemblokiran dilakukan sesuai permintaan aparat penegak hukum.

Apakah Berpengaruh pada Saham BMRI?

Muncul pertanyaan apakah gelombang boikot tersebut akan berdampak terhadap kinerja saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan kode emiten BMRI.

Secara umum, pergerakan harga saham dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kinerja keuangan perusahaan, kondisi ekonomi makro, sentimen pasar, hingga kepercayaan investor.

Aksi boikot di media sosial dapat memengaruhi sentimen publik, namun dampaknya terhadap harga saham maupun fundamental perusahaan masih perlu dilihat berdasarkan perkembangan berikutnya serta respons resmi dari perusahaan dan regulator.*

Share :

Baca Juga

Daerah

Gubernur Al Haris Lepas 442 JCH Kloter BTH 19, Minta Jemaah Fokus Ibadah Haji

Advertorial

DPRD Provinsi Jambi Sampaikan Pandangan Fraksi Terhadap RAPBD TA. 2025

Daerah

Wako Alfin Terima Silaturahmi Tokoh Masyarakat Dusun Baru dan Dusun Empih
Kualitas tidur di usia 50 Tahun

Daerah

Kualitas Tidur Jadi Kunci Kesehatan Setelah Usia 50 Tahun
PT Kerinci Merangin Hydro

Daerah

Bupati Monadi dan PT KMH Restocking Ikan Endemik, Perkuat Ekosistem Danau Kerinci
Blind Spot PUBG

Daerah

PUBG, Blind Spot Akan Tampil Lima Februari 2026
Wacana PPPK jadi PNS

Daerah

pembahasan revisi UU ASN Wacana PPPK Jadi PNS 2026 Menguat
Mencegah Lebih Baik Mengobati

Artikel

Geser Paradigma Dari Mengobati ke Mencegah