Sungai Penuh, Eksisjambi.com – Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh pada Rabu (9/9/2026) di laporkan semakin mengganggu aktivitas masyarakat. Sejak pagi hingga siang, aroma asap tercium semakin tajam, sementara banyak warga mengeluhkan mata terasa perih dan pedih saat beraktivitas di luar ruangan.
Meski kondisi udara masih di penuhi kabut asap, aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh hingga hari ini masih tetap berlangsung seperti biasa. Belum ada kebijakan penghentian sementara atau pembelajaran daring sebagaimana yang di terapkan di sejumlah daerah lain di Provinsi Jambi.
Salah seorang guru di salah satu sekolah tingkat atas di Kota Sungai Penuh mengatakan kondisi kabut asap memang semakin terasa dari hari ke hari. Namun, menurutnya, hingga saat ini kegiatan belajar mengajar masih berjalan normal.
“Di Kerinci dan Kota Sungai Penuh tidak ada kebakaran hutan dan lahan. Namun setiap hari wilayah kami tetap di kepung asap. Bau asap makin tajam dan mata terasa perih, tetapi sekolah masih terus berlanjut,” ujarnya.
Fenomena tersebut kembali memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap dampak kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki gangguan pernapasan. Banyak warga mulai menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah untuk mengurangi paparan asap.
Sebelumnya, BMKG menjelaskan bahwa kondisi kabut asap di wilayah Kerinci dan Kota Sungai Penuh di pengaruhi oleh sebaran asap yang terbawa arah angin dari daerah lain. Dalam beberapa hari terakhir, prakiraan cuaca BMKG juga masih menunjukkan potensi kondisi kabut/asap di wilayah Kota Sungai Penuh.
Masyarakat berharap kualitas udara segera membaik dan pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap kondisi udara serta menyiapkan langkah antisipasi apabila kabut asap semakin memburuk dan mulai berdampak terhadap aktivitas pendidikan maupun kesehatan masyarakat.
Pihak sekolah juga mengimbau para siswa untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, memakai masker saat di perlukan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan atau iritasi mata akibat paparan asap.*







