PESISIR SELATAN, EksisJambi.com – Seorang perempuan di duga menjadi korban pelecehan seksual saat melakukan perjalanan menggunakan jasa travel rute Padang menuju Bengkulu.
Peristiwa tersebut di kabarkan terjadi saat kendaraan melintasi wilayah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
Berdasarkan informasi yang beredar, korban telah memesan perjalanan melalui jasa travel dan berangkat dari Kota Padang pada sore hari bersama beberapa penumpang lainnya.
Dalam perjalanan, satu per satu penumpang turun di sejumlah titik tujuan. Hingga akhirnya di dalam kendaraan hanya tersisa korban yang duduk di kursi depan di samping pengemudi serta seorang penumpang laki-laki yang berada di kursi belakang.
Korban mengaku sempat tertidur selama perjalanan. Saat itulah ia diduga mulai mengalami tindakan yang membuatnya tidak nyaman. Korban beberapa kali berusaha mengubah posisi duduk dan menghindari tangan orang yang di duga melakukan tindakan pelecehan.
Menurut keterangan yang beredar, situasi semakin mencekam ketika korban mengaku tindakan tersebut kembali terjadi. Korban juga menduga pelaku berusaha membuka pakaiannya.
Sementara itu, penumpang laki-laki yang berada di kursi belakang disebut merekam kejadian menggunakan telepon seluler dengan lampu kilat menyala.
Korban mengaku tidak berani berteriak karena kendaraan sedang melintasi kawasan yang sepi, minim permukiman, dan berada di sekitar perbukitan sehingga ia merasa takut akan keselamatannya.
Kesempatan untuk menyelamatkan diri baru di dapat ketika kendaraan berhenti di salah satu minimarket di kawasan Surantih, Kabupaten Pesisir Selatan, untuk menjemput penumpang lain.
Korban kemudian meminta turun dari kendaraan. Dalam kondisi menangis dan ketakutan, ia meminta pertolongan kepada warga dan orang-orang yang berada di sekitar minimarket. Setelah korban turun, kendaraan travel tersebut di laporkan melanjutkan perjalanan.
Hingga berita ini di tulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pihak pengelola travel terkait dugaan peristiwa tersebut. Kebenaran kronologi masih menunggu hasil penyelidikan aparat penegak hukum.
Kasus ini menjadi perhatian publik dan diharapkan segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang agar seluruh fakta dapat terungkap serta memberikan kepastian hukum bagi semua pihak.
Sumber: BeritaDesaTV.







