LAMPUNG SELATAN, Eksisjambi.com – Sebuah daratan baru dengan luas sekitar 30,3 hektare muncul di perairan dekat Gunung Anak Krakatau, Kabupaten Lampung Selatan. Daratan tersebut berada di antara Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sertung.
Berdasarkan keterangan petugas, kemunculan daratan baru itu merupakan hasil akumulasi material vulkanik yang dikeluarkan Gunung Anak Krakatau selama rangkaian aktivitas erupsi yang terjadi secara bertahap dalam beberapa waktu terakhir.
Material vulkanik yang terus menumpuk di permukaan laut akhirnya membentuk hamparan daratan baru yang kini tampak jelas di kawasan tersebut.
Meski demikian, petugas menegaskan bahwa daratan itu belum dapat dikategorikan sebagai “cucu Krakatau” maupun gunung api baru. Hingga saat ini, tim masih terus melakukan pemantauan dan kajian untuk mengetahui perkembangan, kestabilan, serta karakteristik material penyusun daratan tersebut.
Pengamatan dilakukan guna memastikan apakah daratan itu bersifat sementara akibat endapan material vulkanik atau berpotensi mengalami perubahan seiring aktivitas geologi dan kondisi laut di sekitar Anak Krakatau.
Sementara itu, aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini menunjukkan tren yang lebih terkendali. Status aktivitas vulkaniknya telah diturunkan menjadi Level II (Waspada).
Meski status telah menurun, masyarakat, nelayan, maupun wisatawan tetap diminta untuk tidak mendekati kawasan sekitar kawah aktif Anak Krakatau sesuai dengan rekomendasi otoritas vulkanologi.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik secara tiba-tiba yang masih berpotensi menimbulkan bahaya di sekitar gunung.
Kemunculan daratan baru ini menjadi fenomena geologi yang menarik perhatian, mengingat kawasan Krakatau merupakan wilayah yang sangat dinamis akibat aktivitas vulkanik yang terus berlangsung sejak letusan besar Krakatau pada 1883 dan kemunculan Gunung Anak Krakatau pada awal abad ke-20.*







