Jakarta, Eksisjambi.com – Pergerakan harga kopi di pasar internasional kembali menunjukkan tren positif pada perdagangan Minggu, 4 Oktober 2026. Baik kopi Arabika maupun Robusta sama-sama mencatatkan kenaikan, memberikan sentimen positif bagi pelaku usaha dan petani kopi di berbagai negara penghasil kopi, termasuk Indonesia.
Berdasarkan data perdagangan Intercontinental Exchange (ICE), harga kopi Arabika (ICE US) di tutup pada level 288,75 sen AS per pon (¢/lb) atau naik 0,50 poin (0,21 persen) di bandingkan perdagangan sebelumnya. Jika di konversikan, harga tersebut setara sekitar Rp114.100 per kilogram.
Sementara itu, harga Robusta (ICE EU) juga mengalami penguatan. Kontrak Robusta berada di level US$3.469 per ton atau sekitar US$3,469 per kilogram, naik 21 poin atau 0,61 persen. Nilai tersebut setara dengan sekitar Rp62.100 per kilogram.
Kenaikan harga kedua jenis kopi ini menjadi kabar baik bagi negara-negara produsen kopi. Meski demikian, harga yang di terima petani di tingkat lokal tetap di pengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kualitas biji kopi, kadar air, biaya distribusi, kurs rupiah terhadap dolar AS, hingga permintaan dari eksportir.
Bagi petani kopi di Kabupaten Kerinci dan sejumlah sentra produksi lainnya di Indonesia, perkembangan harga di bursa internasional menjadi salah satu indikator penting dalam memantau arah pasar. Namun, harga pembelian di tingkat petani tidak selalu bergerak sejalan dengan harga acuan dunia.
Pelaku usaha berharap tren penguatan harga kopi global dapat terus berlanjut sehingga memberikan dampak positif terhadap nilai jual kopi Indonesia, khususnya kopi Arabika specialty yang selama ini menjadi salah satu komoditas unggulan ekspor dari dataran tinggi Kerinci.
Harga Kopi Internasional 4 Oktober 2026
- Arabika (ICE US): 288,75 ¢/lb, naik 0,50 poin (+0,21%) ≈ Rp114.100/kg
- Robusta (ICE EU): US$3,469/kg (setara US$3.469/ton), naik 21 poin (+0,61%) ≈ Rp62.100/kg*






