KUALA LUMPUR, Eksisjambi.com – Anggota Parlemen Malaysia, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman, mendesak negara-negara anggota ASEAN mengambil langkah diplomatik yang lebih tegas terhadap Indonesia menyusul memburuknya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dampaknya meluas hingga ke negara-negara tetangga.
Dalam pernyataannya yang disampaikan pada Selasa (13/10), Syed Saddiq menilai upaya penanganan karhutla di Indonesia masih belum optimal sehingga kabut asap lintas batas kembali mengganggu kawasan Asia Tenggara.
Selain meminta ASEAN meningkatkan tekanan diplomatik kepada Indonesia, Syed Saddiq juga menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan asal Malaysia yang terbukti terlibat dalam aktivitas yang menyebabkan kebakaran hutan harus dikenai tindakan tegas. Menurutnya, tidak boleh ada toleransi terhadap pihak mana pun yang berkontribusi terhadap bencana kabut asap, termasuk perusahaan Malaysia.
Ia menilai persoalan kabut asap bukan hanya menjadi isu lingkungan, tetapi juga telah berkembang menjadi persoalan kesehatan masyarakat, ekonomi, pariwisata, dan pendidikan yang berdampak luas.
Syed Saddiq menyoroti kelompok masyarakat berpenghasilan rendah sebagai pihak yang paling merasakan dampak. Menurutnya, ketika kualitas udara memburuk dan kegiatan belajar mengajar harus dialihkan ke sistem pembelajaran jarak jauh, banyak anak dari keluarga kurang mampu kesulitan mengikuti pelajaran karena tidak memiliki perangkat seperti laptop atau tablet, serta akses internet yang memadai.
Ia menegaskan bahwa penanganan karhutla harus menjadi prioritas bersama negara-negara ASEAN mengingat dampak kabut asap lintas batas terus berulang dan memengaruhi jutaan masyarakat di kawasan.
Isu kabut asap akibat karhutla memang telah lama menjadi tantangan regional. Asap dari kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah kerap menyebar ke negara tetangga, termasuk Malaysia dan Singapura, sehingga memunculkan desakan agar kerja sama lintas negara dalam pencegahan, penegakan hukum, dan perlindungan lingkungan semakin diperkuat.*







