Yogyakarta, http://Eksisjambi.com – Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik berupa awan panas guguran pada Minggu dini hari, 8 Februari 2026. Peristiwa tersebut di konfirmasi oleh Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Dalam keterangan resminya, awan panas guguran tercatat terjadi pada pukul 01.15 WIB. Berdasarkan hasil pengamatan seismik, awan panas tersebut memiliki amplitudo maksimum 32 milimeter dengan durasi 149,52 detik.
Awan panas guguran terpantau meluncur sejauh sekitar 1.500 meter ke arah barat daya, tepatnya menuju hulu Kali Sat dan Kali Putih, yang selama ini di kenal sebagai salah satu jalur potensi aliran material vulkanik Gunung Merapi.
PVMBG menjelaskan bahwa awan panas guguran merupakan bagian dari aktivitas erupsi efusif Gunung Merapi yang di tandai dengan guguran material dari kubah lava. Fenomena ini masih sejalan dengan karakteristik aktivitas Merapi dalam beberapa waktu terakhir.
Masyarakat di sekitar Gunung Merapi di imbau untuk tetap waspada dan mematuhi rekomendasi resmi dari otoritas terkait. Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga), sehingga warga di larang melakukan aktivitas di wilayah rawan bahaya, khususnya di sektor barat daya dan selatan gunung.
Badan Geologi juga mengingatkan potensi bahaya lanjutan berupa awan panas susulan, guguran lava, serta lahar hujan, terutama saat terjadi curah hujan tinggi di sekitar puncak Merapi.
Pemantauan aktivitas Gunung Merapi terus di lakukan secara intensif selama 24 jam. Informasi terbaru akan di sampaikan kepada publik melalui saluran resmi pemerintah dan instansi kebencanaan.**







