TEHERAN, http://Eksisjambi.com– Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyampaikan pesan Natal yang menyoroti nilai kemanusiaan dan keadilan universal melalui figur Yesus Kristus. Pesan tersebut terdokumentasi dalam arsip resmi situs Khamenei.ir dengan judul “Humanity is in need of Jesus Christ’s teachings against oppression”.
Dalam pesannya, Ayatollah Khamenei menegaskan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi berbagai bentuk ketidakadilan dan penindasan, sehingga membutuhkan kembali ajaran-ajaran moral yang dibawa oleh Yesus Kristus. Ia menekankan bahwa nilai-nilai tersebut bersifat lintas zaman dan tetap relevan dalam konteks global modern.
Khamenei menguraikan dua poin utama dalam pesannya. Pertama, ia menegaskan bahwa Yesus Kristus dipandang sebagai salah satu Nabi besar dalam ajaran Islam. Dalam perspektif Islam, Yesus—yang dikenal sebagai Nabi Isa—adalah pembawa wahyu Ilahi dan simbol kesalehan, kebenaran, serta akhlak mulia.
Pandangan ini, menurut Khamenei, menunjukkan bahwa Islam memberikan penghormatan tinggi terhadap figur Yesus, sejalan dengan keyakinan umat Muslim di berbagai belahan dunia. Hal tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi penghormatan terhadap tokoh-tokoh suci lintas agama.
Poin kedua yang ditekankan adalah ajaran Yesus yang secara tegas menentang kezaliman dan penindasan. Khamenei menyoroti bahwa pesan Yesus tentang keadilan, kasih sayang, dan pembelaan terhadap kaum tertindas merupakan nilai-nilai universal yang masih sangat dibutuhkan dalam menghadapi konflik, ketimpangan sosial, dan ketidakadilan global saat ini.
“Ajaran Yesus Kristus berdiri di sisi mereka yang tertindas dan melawan kezaliman,” demikian inti pesan yang disampaikan Khamenei dalam refleksi Natal tersebut.
Pesan Natal ini menampilkan pendekatan lintas agama yang menekankan kesamaan nilai kemanusiaan, bukan perbedaan teologis. Dengan mengangkat figur Yesus sebagai simbol moral dan perjuangan melawan ketidakadilan, pesan tersebut mengajak umat manusia untuk kembali pada prinsip keadilan sosial dan kemanusiaan universal.
Narasi yang disampaikan juga mencerminkan pandangan bahwa ajaran agama, apa pun latar belakangnya, dapat menjadi fondasi etika global dalam menghadapi tantangan dunia modern. Terutama dalam konteks ketidakadilan sosial, konflik kemanusiaan, dan penindasan terhadap kelompok lemah.
Pesan Ayatollah Ali Khamenei ini sekaligus menjadi pengingat bahwa dialog lintas iman dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan bersama dapat menjadi jembatan untuk membangun dunia yang lebih adil dan beradab.***







