Home / Daerah / Internasional / Nasional / News / Peristiwa

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Banjir Kota Padang Berangsur Surut, Warga Mulai Bersihkan Rumah Pascagenangan

Banjir Kota Padang

Banjir Kota Padang

PADANG,http://Eksisjambi.com  –  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kondisi banjir yang melanda Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, mulai berangsur surut. Berdasarkan pembaruan data hingga Selasa (4/8/2026) pukul 14.30 WIB, genangan air di sejumlah wilayah terdampak telah berkurang sehingga warga mulai kembali ke rumah masing-masing dan melakukan pembersihan lingkungan pascabanjir.

Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas sangat tinggi mengguyur Kota Padang pada Senin (3/8/2026) sejak sekitar pukul 11.00 WIB hingga 17.00 WIB. Curah hujan yang tinggi menyebabkan sejumlah sungai meluap dan menggenangi kawasan permukiman dengan tinggi muka air mencapai sekitar 150 sentimeter di beberapa lokasi.

Wilayah yang terdampak banjir meliputi Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, Bungus Teluk Kabung, Lubuk Begalung, dan Nanggalo. Sejumlah kelurahan yang terdampak antara lain Gunung Sarik, Pasar Lalang, Rimbo Tarok, Kuranji, Sungai Sapih, Aia Pacah, Koto Panjang Ikua Koto, Bungus Selatan, Teluk Kabung Utara, Pagambiran Ampalu Nan XX, hingga Surau Gadang.

Baca Juga :  Hilangnya Kunang-Kunang Jadi Alarm Ekosistem

Hingga saat ini, petugas masih melakukan pendataan terkait dampak banjir, baik jumlah korban maupun kerugian materiil yang di timbulkan akibat bencana tersebut.

Dalam penanganan darurat, BPBD Kota Padang bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Provinsi Sumatera Barat dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait telah melakukan evakuasi warga terdampak, kaji cepat, serta pendataan di lokasi kejadian.

Proses penanganan juga melibatkan Basarnas, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, serta masyarakat setempat untuk mempercepat penanganan dampak banjir dan membantu warga yang terdampak.

Baca Juga :  MK Kembali Sidangkan Kasus Kuota Internet Hangus, YLKI Soroti Hak Konsumen

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat masih menetapkan Status Transisi Darurat ke Pemulihan Bencana Banjir, Banjir Bandang, Tanah Longsor, dan Angin Kencang berdasarkan Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor 360-195-2026 yang berlaku hingga 18 September 2026.

Status tersebut menjadi dasar pelaksanaan penanganan darurat sekaligus percepatan proses pemulihan di wilayah terdampak bencana.

BNPB mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

Warga di minta terus memantau informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah, menghindari aktivitas di kawasan rawan banjir saat hujan lebat, serta segera melaporkan kondisi darurat kepada petugas apabila muncul potensi ancaman bencana demi keselamatan bersama.*

Share :

Baca Juga

Advertorial

Tandatangan MoU dan Gelar Jumpa Pers dengan Media Kerjasama DPRD Kota Sungai Penuh 
Penggabungan OPD

Daerah

Perampingan OPD Pemkot Sungai Penuh Mulai Berlaku
Penemuan Mayat di Kerinci

Daerah

Penemuan Mayat Pria di Desa Pondok Siguang, Tanjung Pauh Hilir Kerinci 

Daerah

Bupati dan Wabup Kerinci Hadiri Pembukaan KERIS (Kerinci Education Roadshow) IMKS.

Advertorial

Bupati Kerinci Sampaikan 3 Ranperda TA. 2023
Dampak Gempa Agam Sumatera Barat

Daerah

Sejumlah Rumah Warga di Agam Dilaporkan Retak Pascagempa Pagi Minggu

News

Lagi..!! AZ-FER Kukuhkan Tim, Damrat : Kita Siap Menangkan AZ-FER di Tanah Kampung

Advertorial

Rangkaian Acara Peringatan HUT RI ke-80 Pemkot Sungai Penuh