Home / Hukum / Internasional / Nasional / News / Peristiwa

Rabu, 25 Maret 2026 - 09:34 WIB

Hilangnya Kunang-Kunang Jadi Alarm Ekosistem

Hilangnya kunang-kunang menjadi tanda menurunnya kualitas lingkungan

Hilangnya kunang-kunang menjadi tanda menurunnya kualitas lingkungan

JAMBI,http://Eksisjambi.com  –  Fenomena menghilangnya kunang-kunang dari area persawahan dan pedesaan bukan sekadar hilangnya keindahan malam hari. Para ahli menilai kondisi ini sebagai sinyal serius penurunan kualitas lingkungan yang perlu segera mendapat perhatian.

Kunang-kunang selama ini di kenal sebagai serangga yang memancarkan cahaya alami di malam hari. Namun, keberadaan mereka kini semakin jarang di jumpai, bahkan di wilayah yang dulu menjadi habitat utamanya.

Para peneliti menyebut kunang-kunang sebagai bioindikator atau penanda alami kesehatan lingkungan. Serangga ini hanya mampu hidup di habitat dengan kualitas air yang bersih, tanah yang sehat, serta tingkat polusi cahaya yang rendah.

Ketika populasi kunang-kunang menurun atau bahkan menghilang, hal itu menjadi indikasi kuat bahwa kondisi lingkungan di wilayah tersebut mengalami degradasi.

“Di mana ada kunang-kunang, di situ biasanya terdapat ekosistem yang masih terjaga,” ungkap Andi salah satu pengamat lingkungan.

Data dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) menunjukkan bahwa ancaman terhadap kunang-kunang bukan sekadar isu lokal, melainkan sudah menjadi perhatian global.

Baca Juga :  Kalimantan Timur Catat Deforestasi Tertinggi Kehilangan Hutan Capai 175 Ribu Hektare

Dari 128 spesies yang di teliti, sekitar 11 persen di antaranya masuk kategori terancam punah. Sementara itu, 2 persen lainnya di klasifikasikan sebagai rentan terhadap kepunahan.

Angka ini memperlihatkan bahwa populasi kunang-kunang mengalami tekanan serius akibat perubahan lingkungan yang terjadi secara masif.

Salah satu penyebab utama menurunnya populasi kunang-kunang adalah polusi cahaya. Lampu jalan, penerangan rumah, hingga cahaya dari kawasan perkotaan mengganggu pola komunikasi mereka.

Kunang-kunang menggunakan cahaya sebagai sarana komunikasi, terutama saat musim kawin. Kedipan cahaya menjadi sinyal untuk menarik pasangan. Ketika cahaya buatan terlalu dominan, sinyal alami tersebut menjadi tidak efektif.

Akibatnya, proses reproduksi terganggu dan populasi pun menurun secara bertahap.

Selain polusi cahaya, perubahan fungsi lahan, penggunaan pestisida, serta hilangnya area lembap turut mempercepat penurunan populasi kunang-kunang.

Larva kunang-kunang umumnya hidup di lingkungan lembap seperti tanah basah, tumpukan daun, atau kayu lapuk. Habitat ini semakin jarang di temukan akibat praktik pertanian modern dan pembangunan.

Baca Juga :  Bupati Anwar Sadat Tinjau TPA, Pengelolaan Sampah Tanjab Barat Makin Optimal

Masyarakat sebenarnya dapat berperan dalam menjaga keberlangsungan kunang-kunang dengan langkah-langkah sederhana, seperti:

  • Mengurangi penggunaan lampu berlebihan di malam hari
  • Membiarkan area alami seperti tumpukan daun atau kayu lapuk di halaman
  • Mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya di lingkungan
  • Langkah kecil ini dapat membantu menciptakan kembali habitat yang ramah bagi kunang-kunang.

Dulu, pemandangan sawah berkelip oleh cahaya kunang-kunang menjadi hal yang biasa di banyak daerah. Kini, suasana tersebut perlahan menghilang dan menjadi kenangan.

Jika tidak ada upaya nyata untuk menjaga lingkungan, bukan tidak mungkin generasi mendatang hanya mengenal kunang-kunang sebagai cerita atau dongeng semata.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa menjaga keseimbangan alam bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat. Kerlip kecil kunang-kunang sejatinya adalah tanda besar bahwa alam masih dalam kondisi baik.**

Share :

Baca Juga

Gubernur Jambi Alharis

Advertorial

Gubernur Jambi Dorong Legalisasi Sumur Minyak Rakyat

Advertorial

DPRD Hardizal Hadiri Swarnabhumi Kota Sungai Penuh

Advertorial

Bupati Anwar Sadat Resmi Buka Musyawarah Adat Daerah Lembang Adat Melayu Jambi Kabupaten Tanjung Jabung Barat Ke-IX
Rapat Paripurna DPR RI

Internasional

DPR RI Sahkan RUU Pengelolaan Ruang Udara dan Putuskan Calon Anggota KY serta DEN

Daerah

Gubernur Jambi Tunjuk drg Iwan Hendrawan sebagai Plt Direktur RSUD Raden Mattaher
Pemerintah memastikan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan solar tidak naik hingga akhir 2026

Daerah

Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026

Advertorial

Bupati Pj.Asraf Hadiri Gerakan Serentak Transisi PAUD Ke SD Yang Menyenangkan

Daerah

Wako dan Wawako Ikuti Arahan Panglima TNI & Kapolri Terkait Percepatan Vaksinasi & Penangan Covid 19 di Provinsi Jambi