Home / Internasional / Nasional / News

Jumat, 24 April 2026 - 09:59 WIB

Bank Sentral Mulai Jual Cadangan Emas, Pasar Global Waspada

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta,http://Eksisjambi.com  – Bank sentral di berbagai negara mulai meningkatkan penjualan cadangan emas dalam beberapa periode terakhir. Langkah ini memicu kekhawatiran di pasar global karena berpotensi menekan harga emas yang sebelumnya sempat menunjukkan tren penguatan.

Perubahan strategi tersebut menjadi sorotan investor. Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir bank sentral justru dikenal agresif membeli emas guna memperkuat cadangan devisa dan mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Selama periode itu, emas diposisikan sebagai aset lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi global. Namun, dinamika ekonomi yang berubah kini mendorong sejumlah negara untuk mengalihkan pendekatan mereka.

Beberapa bank sentral mulai menjual emas untuk memenuhi kebutuhan likuiditas jangka pendek. Negara-negara berkembang tercatat menjadi pihak yang paling aktif melakukan aksi ini, terutama untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah tekanan fiskal yang meningkat.

Baca Juga :  Ketua Komisi IV Fadli Sudria Silaturahmi Ke Wabup H. Ami Taher

Sejumlah faktor global turut memengaruhi kebijakan tersebut. Penguatan dolar AS, kenaikan imbal hasil obligasi, serta tekanan inflasi membuat beban anggaran di banyak negara semakin berat. Dalam kondisi tersebut, emas menjadi salah satu aset yang dapat dengan cepat dikonversi menjadi dana segar.

Langkah ini menunjukkan bahwa emas tidak hanya berfungsi sebagai instrumen lindung nilai, tetapi juga sebagai alat likuiditas dalam situasi tertentu. Bank sentral memanfaatkan fleksibilitas tersebut untuk menjaga keseimbangan cadangan devisa.

Di sisi lain, peningkatan penjualan emas memberikan tekanan tambahan pada harga emas dunia. Investor menilai bertambahnya suplai di pasar dapat menahan laju kenaikan harga dalam jangka pendek.

Sebelumnya, pembelian besar-besaran oleh bank sentral menjadi salah satu pendorong utama reli harga emas global. Namun kini, perubahan arah kebijakan tersebut telah menggeser sentimen pasar secara signifikan.

Baca Juga :  Fraksi - Fraksi Setujui Ranperda Pertanggung Jawaban APBD 2024 Dalam Agenda Paripurna DPRD Tanjab Timur

Jika tren penjualan berlanjut, pasar diperkirakan akan menghadapi volatilitas yang lebih tinggi dalam waktu dekat. Pelaku pasar pun mulai bersikap lebih hati-hati dalam mengambil keputusan investasi, seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.

Meski demikian, sebagian besar negara masih mempertahankan emas sebagai bagian penting dari cadangan devisa. Aksi penjualan saat ini dinilai lebih sebagai respons jangka pendek, bukan perubahan strategi permanen.

Ketika kondisi ekonomi global membaik, bank sentral berpotensi kembali meningkatkan pembelian emas. Oleh karena itu, arah pergerakan harga emas ke depan tetap sangat bergantung pada dinamika ekonomi dunia dan kebijakan moneter global.**

Share :

Baca Juga

Bank Indonesia

Daerah

Pemda Berharap BI Dapat Menjaga Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Daerah

Wawako Antos ikuti Peringati HAORNAS 2021 di Tengah Pandemi Covid-19

Bangko

Kapolres Merangin Pimpin Korps Raport Kenaikan Pangkat 70 Personi
Kapal Rumah Sakit Indonesia

Internasional

Indonesia Satu-Satunya di ASEAN Punya Kapal Rumah Sakit

Advertorial

Bupati H. Adirozal Pimpin Apel Siaga Karhutla

Advertorial

Ketua Komisi Tiga DPRD Tanjung Jabung Barat Hadiri Musrenbang RKPD 2026 di Kecamatan Kuala Betara
Bupati Dillah Hich Launching Seragam Sekolah Gratis

Advertorial

Bupati Dillah Hich Launching Seragam Sekolah Gratis.

Advertorial

Gelar Paripurna DPRD Dalam Rangka HUT Kabupaten Tanjab Timur ke 25 Tampak Meriah