Jakarta, http://Eksisjambi.com– Bank Indonesia (BI) terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Pusat dan Daerah dalam mendorong ketahanan pangan serta penguatan ekonomi kerakyatan pada 2026. Salah satu fokus utama kerja sama tersebut adalah penguatan peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penggerak ekonomi nasional.
Penguatan UMKM di arahkan agar tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu tumbuh dan bersaing di tengah dinamika perekonomian. BI mendorong pengembangan UMKM, baik konvensional maupun syariah, melalui pendekatan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Dalam upaya tersebut, pendampingan UMKM tidak berhenti pada peningkatan kapasitas dasar. Bank Indonesia secara aktif memperkuat model bisnis pelaku usaha, menyediakan fasilitasi yang terstruktur, serta menghadirkan berbagai proyek percontohan. Langkah ini bertujuan membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus menghubungkan UMKM ke dalam rantai pasok nasional.
Selain itu, dari sisi pembiayaan, BI memperluas dukungan melalui skema business matching dengan berbagai mitra strategis. Melalui mekanisme ini, kebutuhan permodalan UMKM dapat di pertemukan secara lebih tepat sasaran, sehingga mendukung ekspansi usaha dan peningkatan produktivitas.
Sebagai pelengkap, Bank Indonesia juga mengintensifkan penguatan literasi dan inklusi keuangan. Program KLIK (Kompetensi Inti Literasi dan Inklusi Keuangan) terus digencarkan melalui penyediaan modul edukasi terstandar serta pendampingan berkelanjutan di berbagai daerah.
Melalui sinergi kebijakan dan program tersebut, BI berharap UMKM semakin siap berkembang, terhubung kuat dengan ekosistem ekonomi, serta mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026.**







