Jakarta,http://Eksisjambi.com – Harga Bitcoin (BTC) masih bergerak terbatas dan cenderung stagnan di sekitar level psikologis US$ 90.000. Setelah sempat menguat hingga mendekati US$ 94.800 pada awal pekan lalu, aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini kembali mengalami koreksi dan saat ini bergerak di kisaran US$ 90.453.
Financial Expert Ajaib Kripto, Panji Yudha, menilai bahwa area US$ 94.000 masih menjadi zona resistensi yang cukup kuat bagi pergerakan Bitcoin. Level tersebut belum berhasil di tembus sejak terjadinya tekanan jual besar pada Oktober 2025 lalu.
“Area US$ 94.000 masih menjadi resistance kuat yang belum berhasil di tembus sejak tekanan jual besar pada Oktober 2025,” jelas Panji Yudha, Senin (12/1/2026).
Meski demikian, dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin tercatat mengalami kenaikan tipis sekitar 0,7%, dengan pergerakan harga berada di kisaran US$ 91.280 atau setara sekitar Rp 1,53 miliar. Kenaikan ini menunjukkan adanya minat beli yang masih bertahan di tengah kondisi pasar yang relatif wait and see.
Dari sisi dominasi pasar, Bitcoin Dominance (BTC.D) saat ini berada di level 59,15%, menandakan peran BTC masih sangat kuat dalam menggerakkan pasar kripto secara keseluruhan. Sementara itu, total kapitalisasi pasar aset kripto global tercatat menguat sekitar 0,6% ke level US$ 3,08 triliun.
Mengutip data dari coinmarketcap harga Bitcoin pada pukul 15.57 WIB kembali bergerak ke level US$ 90.685, setelah sebelumnya mengalami kenaikan tipis di kisaran 0,3–0,5% sepanjang sesi perdagangan hari ini.
Pelaku pasar saat ini masih mencermati arah pergerakan Bitcoin selanjutnya, khususnya peluang untuk menembus resistance di atas US$ 94.000 atau potensi koreksi lanjutan apabila tekanan jual kembali meningkat.***







