Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Rabu, 17 Desember 2025 - 15:42 WIB

BMKG Perkuat Sistem Peringatan Dini, Pasang Ribuan Detektor

BMKG Indonesia

BMKG Indonesia

JAKARTA,http://Eksisjambi.com  –  Pernah merasa cemas saat melihat awan gelap pekat menggantung di langit atau mendengar kabar potensi badai dan cuaca ekstrem? Kini, kewaspadaan pemerintah dalam memantau ancaman bencana alam semakin ditingkatkan melalui teknologi pemantauan yang kian canggih dan menyeluruh.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) saat ini telah memasang lebih dari 10.000 detektor yang tersebar di 191 daerah di seluruh Indonesia.

Ribuan alat ini berfungsi untuk memantau berbagai fenomena alam, mulai dari cuaca ekstrem, gempa bumi, hingga potensi tsunami. Seluruh sistem tersebut dipantau selama 24 jam penuh oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG guna memastikan peringatan dini dapat disampaikan secara cepat dan akurat kepada masyarakat.

Tidak hanya itu, BMKG juga memiliki lightning detector khusus yang mampu mendeteksi dan memprediksi lokasi serta intensitas sambaran petir.

Baca Juga :  Mensesneg Tekankan Kecepatan Pemulihan dan Kemudahan bagi Korban Bencana Jelang Akhir Tahun

Teknologi ini sangat penting, terutama untuk meningkatkan keselamatan di wilayah dengan aktivitas petir tinggi yang kerap membahayakan penerbangan, pelayaran, serta aktivitas masyarakat di ruang terbuka.

Seiring perkembangan teknologi, BMKG juga tengah mengembangkan sistem Impact-Based Forecast (IBF) atau prakiraan cuaca berbasis dampak. Melalui sistem ini, informasi cuaca tidak lagi hanya menyebutkan potensi hujan atau angin kencang, tetapi juga menjelaskan kemungkinan dampak yang dapat ditimbulkan, seperti banjir, longsor, gangguan transportasi, hingga risiko terhadap aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Dengan pendekatan IBF, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami risiko yang mungkin terjadi dan melakukan langkah antisipasi sejak dini, baik secara individu maupun melalui kesiapsiagaan pemerintah daerah.

Dalam menghadapi potensi hujan ekstrem yang dipicu oleh siklon tropis, BMKG juga menyiapkan langkah mitigasi berupa operasi modifikasi cuaca (OMC). Rencananya, modifikasi cuaca akan dilakukan di wilayah Jawa hingga Lampung yang dinilai rawan terdampak hujan lebat.

Baca Juga :  BMKG Rilis Update Prediksi Musim Kemarau 2026

Teknik yang digunakan terbilang unik, yakni dengan menyemai awan hujan menggunakan Natrium Klorida (NaCl) agar hujan turun lebih awal di wilayah perairan.

Selain itu, BMKG juga menebarkan kapur tohor atau Kalsium Oksida (CaO) untuk memecah awan hujan sehingga intensitas curah hujan di daratan dapat dikurangi hingga 20–50 persen.

Berbagai upaya tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah melalui BMKG dalam melindungi keselamatan masyarakat dari ancaman bencana hidrometeorologi. BMKG pun terus mengimbau masyarakat agar tetap tenang, waspada, serta selalu mengikuti informasi dan peringatan resmi yang dikeluarkan melalui kanal komunikasi BMKG.(*)

 

Share :

Baca Juga

Kota Sungai Penuh

Daerah

Kota Sungai Penuh Masuk Daerah dengan Komitmen Tata Kelola Kuat
HUAWEI Pura80 Ultra & Pura80 Pro

News

HUAWEI Pura80 Ultra & Pura80 Pro, Smartphone Premium Siap di Luncurkan

Advertorial

Bupati Tanjung Barat Raih Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) 2024 Prestasi di Tingkat Nasional

Bangko

Peduli Sosial Polres Merangin Laksanakan  Kegiatan Donor Darah

Advertorial

Wagub Sani Tekankan Pentingnya Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Advertorial

Paripurna DPRD Tanjab Timur Dalam Agenda Penyampaian Eksekutif Terkait Penetapan Propemda Tahun 2024.
Tol Indonesia 2026

Daerah

Panjang Tol Indonesia Bertambah, 9 Ruas Baru Siap Beroperasi pada 2026

Hukum

Satreskrim Polres Tanjab Timur Ungkap Pelaku Pencurian Dan Amankan Barang Bukti Laptop