Sungai Penuh,http://Eksisjambi.com – Musim hujan yang melanda wilayah Kota Sungai Penuh membuat pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana banjir. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemantauan intensif kini di lakukan di sejumlah titik rawan.
Dua sungai utama, yakni Sungai Batang Merao dan Sungai Batang Bungkal, menjadi fokus pengawasan karena debit air terus mengalami kenaikan signifikan akibat curah hujan tinggi.
BPBD Kota Sungai Penuh juga telah menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) di beberapa lokasi rawan banjir. Langkah ini di lakukan sebagai bentuk mitigasi dini agar petugas siap bergerak cepat jika terjadi bencana.
Selain memantau kondisi sungai, petugas turut mengawasi area persawahan dan permukiman warga yang berpotensi terdampak luapan air. Pemantauan di lakukan secara rutin setiap hari.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sungai Penuh, Gustiarman, mengatakan kondisi debit air Sungai Batang Merao saat ini berada pada level siaga.
“Berdasarkan data terbaru, tinggi muka air Sungai Batang Merao sudah mencapai 2,5 meter hingga 3 meter. Kenaikan ini terjadi karena hujan deras di wilayah hulu,” kata Gustiarman.
Ia menjelaskan, peningkatan debit air berpotensi menyebabkan banjir di kawasan permukiman warga dan lahan persawahan yang berada di bantaran sungai.
Karena itu, masyarakat di minta tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem. Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai juga di imbau segera mengamankan barang-barang penting jika air mulai meluap.
BPBD Kota Sungai Penuh terus memberikan imbauan kepada masyarakat melalui media sosial dan patroli lapangan. Upaya ini di lakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga menghadapi potensi bencana saat musim hujan.
Pemerintah berharap masyarakat tetap tenang, namun tidak mengabaikan peringatan dini yang telah di sampaikan petugas.**







