Eksisjambi.com – Langit malam pada 4 hingga 5 November 2025 di prediksi akan menampilkan salah satu fenomena alam paling menakjubkan tahun ini
supermoon terbesar dan paling terang sepanjang 2025. Fenomena ini di kenal dengan nama “Beaver Moon” atau “Bulan Berang-Berang”, menurut penjelasan National Geographic.
Istilah Beaver Moon berasal dari tradisi masyarakat adat Amerika Utara. Pada masa lalu, bulan purnama di bulan November menandai waktu ketika berang-berang mulai membangun bendungan dan sarang mereka menjelang musim dingin. Selain itu,
waktu ini juga di manfaatkan oleh para pemburu untuk memasang perangkap berang-berang, guna memperoleh bulu tebal mereka sebelum suhu benar-benar membeku.
Fenomena supermoon terjadi ketika bulan berada pada titik perigee, yaitu posisi terdekatnya dengan Bumi dalam orbit elipsnya Akibatnya, bulan tampak sekitar 14% lebih besar dan 30% lebih terang di banding bulan purnama biasa.
Menurut ahli astronomi, supermoon kali ini akan mencapai puncak kecerahan pada pukul 22.17 WIB pada 4 November dan masih terlihat sangat jelas hingga dini hari 5 November 2025.
“Ini merupakan supermoon terbesar tahun ini karena jaraknya dari Bumi mencapai titik terdekat sepanjang 2025, sekitar 356.912 kilometer,” ujar Planetarium Jakarta.
Supermoon Beaver Moon merupakan supermoon kedua dari tiga rangkaian supermoon beruntun yang menutup tahun 2025.
Sebelumnya, fenomena serupa telah terjadi pada 7 Oktober 2025 yang di kenal sebagai Harvest Supermoon, dan akan di akhiri dengan Cold Supermoon pada 5 Desember 2025 mendatang.
Untuk menikmati keindahan supermoon, masyarakat tidak memerlukan teleskop khusus.
Cukup mencari lokasi yang minim polusi cahaya, seperti pantai, dataran tinggi, atau area terbuka di pinggiran kota.
Waktu terbaik untuk menyaksikannya adalah sesaat setelah bulan terbit di ufuk timur hingga tengah malam.
Fotografer langit juga di sarankan untuk menyiapkan kamera dengan tripod agar bisa mengabadikan momen langka ini dengan hasil yang maksimal.
Selain nilai astronomisnya, banyak budaya mengaitkan supermoon dengan makna spiritual simbol pembaharuan, ketenangan, dan refleksi diri menjelang penutupan tahun.
Fenomena Bulan Berang-Berang kali ini menjadi pengingat akan keindahan alam semesta dan siklus kehidupan yang terus berputar, menghadirkan cahaya lembut di langit malam yang menenangkan hati siapa pun yang menatapnya.(*)







