Home / Internasional / Nasional / News

Senin, 26 Januari 2026 - 17:02 WIB

Bulog Catat Kerugian Rp 550 Miliar di 2025, Skema Margin Fee Dinilai Tak Wajar

kerugian Bulog 2025

kerugian Bulog 2025

JAKARTA,http://Eksisjambi.com  –  PT Perum Bulog mencatat kerugian sementara sebesar Rp 550 miliar dalam laporan keuangan tahun 2025. Fakta tersebut terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Bulog dan Komisi VI DPR RI yang membahas evaluasi kinerja serta penugasan pemerintah di sektor pangan.

Di rektur Keuangan PT Perum Bulog, Hendra Susanto, menjelaskan bahwa kerugian tersebut disebabkan Bulog masih menjalankan skema margin fee Rp 50 per kilogram dalam melaksanakan penugasan pemerintah, khususnya terkait pengadaan dan penyaluran beras.

Menurut Hendra, skema margin fee tersebut tidak lagi relevan dengan kondisi biaya operasional saat ini. Padahal, Bulog memikul tanggung jawab besar sebagai operator utama stabilisasi pangan nasional.

Baca Juga :  Gubernur Al Haris Antar Langsung Berkas Pengusulan PPPK Paruh Waktu ke Kementerian PANRB

“Dengan margin fee yang hanya Rp 50 per kilogram, Bulog menanggung beban biaya yang cukup besar. Hal inilah yang berdampak langsung pada kinerja keuangan perusahaan,” ujar Hendra dalam RDP bersama Komisi VI DPR RI.

Ia menambahkan, berdasarkan kajian bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) serta mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2026, margin penugasan seharusnya di tetapkan sebesar 7 persen dari nilai penugasan.

“Jika margin fee di tetapkan sebesar 7 persen, Bulog di perkirakan dapat membukukan keuntungan sekitar Rp 2,4 hingga Rp 2,5 triliun per tahun,” jelasnya.

Hendra menilai, penugasan pemerintah idealnya mencakup komponen biaya operasional dan margin usaha yang wajar, agar BUMN pangan tersebut tetap sehat secara finansial dan mampu menjalankan fungsi strategisnya secara optimal.

Baca Juga :  Pemkab Kerinci dan BULOG Bangun Infrastruktur Pasca Panen

Lebih lanjut, Bulog berharap adanya dukungan publik dan percepatan regulasi terkait penyesuaian margin fee tersebut. Dengan regulasi yang lebih adil, Bulog di yakini dapat meningkatkan kapasitas penyerapan beras petani, memperkuat distribusi pangan, serta mendukung target swasembada pangan nasional yang di canangkan pemerintah.

“Bulog ingin menjadi perusahaan yang sehat, kuat, dan benar-benar hadir untuk petani serta masyarakat. Dukungan regulasi yang tepat menjadi kunci,” pungkas Hendra.**

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Belasan Ferrari Masuk Mandalika untuk Club Challenge 2026
Update kode redeem mlbb terbaru

Daerah

20 Kode Redeem Mobile Legends Terbaru 9 Februari 2026, Klaim Skin dan Item Gratis Sekarang!

Advertorial

Gubernur Al Haris : Desa Garda Terdepan Pembangunan Bangsa
Apel Perdana Pasca Lebaran Idul Fitri 1447 H

Daerah

Hari Pertama Kerja Pasca Lebaran, Pemkab Kerinci Gelar Apel Perdana 

Daerah

Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Perkebunan Karet Desa Tanah Garo

Advertorial

Pemkot Tandatangani Komitmen Bersama Intervensi Penurunan Stunting 2024

Daerah

Kapolres Tebo AKBP I Wayan Arta Ariawan Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra 2023
Fenomena cahaya langit di Indonesia

Daerah

Fenomena Cahaya di Langit Indonesia Picu Spekulasi, Diduga Puing Antariksa CZ-3B R/B