Home / Daerah / Internasional / Nasional / News / Sosbud

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:38 WIB

Cara Mengambil Rantai Babi dalam Tradisi Lisan

Cara mengambil rantai babi menurut tradisi lisan

Cara mengambil rantai babi menurut tradisi lisan

Eksisjambi.com – Kisah tentang “rantai babi” (rante bui) dan babi tunggal merupakan bagian dari tradisi lisan yang masih di kenal di sejumlah daerah di Indonesia. Cerita ini di wariskan secara turun-temurun dan kerap di kaitkan dengan kepercayaan masyarakat mengenai hewan yang memiliki kesaktian atau kekebalan.

Dalam cerita rakyat tersebut, terdapat keyakinan bahwa seekor babi tunggal memiliki sebuah jimat berupa rantai yang membuatnya kebal terhadap senjata berbahan besi. Kepercayaan ini sering di hubungkan dengan istilah “ma’ripat besi” (ma’ripat busoe) dalam tradisi lisan setempat.

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, rantai babi tidak dapat di rebut ketika masih di kenakan oleh babi tunggal karena di yakini membuat hewan tersebut kebal terhadap serangan senjata tajam.

Baca Juga :  Rantai Babi, Jimat Mistis Legendaris yang Sarat Mitos dan Kontroversi

Dalam kisah tersebut, masyarakat meyakini bahwa ada satu cara untuk mengambil rantai tersebut, yakni dengan menyusun beberapa buah durian secara berjajar atau vertikal di jalur yang biasa di lalui babi.

Di kisahkan, ketika babi mulai membelah dan memakan durian pertama, ia akan melepaskan sementara rantai atau jimat yang di kenakannya. Saat babi berpindah ke durian berikutnya, itulah momen yang di percaya dapat di manfaatkan seseorang untuk mengambil rantai tersebut.

Cerita ini telah lama beredar secara turun-temurun dan menjadi bagian dari folklore atau cerita rakyat yang hidup di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Mengenal Rantai Babi (Rante Bui): Antara Mitos Tradisi Lisan dan Pandangan Fikih

Hingga saat ini, tidak ada bukti ilmiah yang dapat membuktikan keberadaan babi kebal maupun rantai ajaib sebagaimana di ceritakan dalam tradisi tersebut. Para budayawan umumnya memandang kisah ini sebagai bagian dari warisan budaya lisan yang memiliki nilai historis dan kearifan lokal.

Cerita mengenai babi tunggal dan rantai babi lebih banyak di pahami sebagai legenda yang berkembang dari generasi ke generasi, sehingga keberadaannya tidak dapat di pastikan secara faktual.

Meski demikian, kisah tersebut tetap menjadi bagian dari kekayaan cerita rakyat Nusantara yang menarik untuk di kenang dan di pelajari sebagai warisan budaya, bukan sebagai fakta yang telah terbukti.*

Share :

Baca Juga

Daerah

Program Unggulan Dinas Ketahanan Pangan Kota Sungai Penuh Tahun 2021
Flyover Sitinjau Lauik

Daerah

Melihat Langsung Progres Terbaru Pembangunan Flyover Sitinjau Lauik

Kerinci

Padat Merayap Kampanye Monadi -Murison di Kayu Aro Sang Pejuang Petani

Advertorial

Gubernur Alharis Janji Lepas Kontingen Porwanas Jambi

Advertorial

Ketua Komisi IV Fadli Sudria: DPRD Prov.Jambi Sudah Tambahkan Anggaran Karhutla

Advertorial

Pj Bupati Tebo Lantik Pj Kades Perintis Makmur dan Tegal Asri

Daerah

Kode Redeem Free Fire (FF) Terbaru 28 Mei 2026, Cepat Klaim 

Daerah

Caleg Muda Antusias Pasca Putusan MK Proporsional Terbuka