JAKARTA, http://Eksisjambi.com -Letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883 bukan hanya di kenal sebagai salah satu bencana vulkanik paling mematikan dalam sejarah, tetapi juga tercatat sebagai peristiwa dengan bunyi paling keras yang pernah di dengar manusia. Fakta ini sering luput dari perhatian, padahal dampaknya mengguncang dunia secara harfiah dan ilmiah.
Bunyi ledakan raksasa yang di hasilkan saat gunung tersebut meletus pada 27 Agustus 1883. Suara ledakan itu terdengar hingga ribuan kilometer jauhnya, bahkan di catat sampai ke Australia Barat, Sri Lanka, dan Kepulauan Andaman.
Banyak saksi mata pada masa itu melaporkan bahwa bunyi letusan terdengar seperti dentuman meriam raksasa. Di sejumlah wilayah yang jauh dari Indonesia, penduduk setempat dan aparat kolonial sempat mengira suara tersebut berasal dari peperangan laut atau ledakan senjata berat.
Beberapa kapal yang berada ratusan kilometer dari Krakatoa melaporkan telinga kru kapal berdarah akibat tekanan suara yang luar biasa. Dentuman tersebut begitu keras hingga memekakkan telinga manusia dalam radius yang sangat luas.
Meski teknologi perekam suara belum ada pada akhir abad ke-19, kekuatan bunyi Krakatoa tidak hanya bergantung pada kesaksian lisan. Para ilmuwan berhasil membuktikannya melalui data barograf, alat pencatat tekanan udara.
Gelombang tekanan akibat ledakan Krakatoa tercatat mengelilingi bumi hingga 3–7 kali, terdeteksi oleh stasiun cuaca di berbagai belahan dunia. Fenomena ini menjadi bukti ilmiah bahwa letusan tersebut menghasilkan gelombang suara dan tekanan atmosfer berskala global.
Hingga saat ini, letusan Krakatoa 1883 masih di akui sebagai salah satu suara paling keras yang pernah di hasilkan oleh fenomena alam.
Para ahli memperkirakan tingkat kebisingannya melampaui 310 desibel di dekat pusat letusan angka yang jauh melampaui ambang batas pendengaran manusia dan bahkan melampaui suara mesin jet modern.
Kisah tentang dahsyatnya bunyi Krakatoa bukanlah mitos atau cerita sensasional. Peristiwa ini terdokumentasi dengan baik melalui arsip kolonial, laporan ilmiah, jurnal pelayaran, dan catatan meteorologi internasional.
Letusan Krakatau menjadi pengingat betapa kecilnya manusia di hadapan kekuatan alam, sekaligus menandai salah satu tonggak penting dalam sejarah vulkanologi dan ilmu atmosfer. ***







