Religi , Eksisjambi.com – Materi Khutbah Jumat untuk 6 November 2026 mengangkat tema “Di Antara Dua Harapan”, sebuah pengingat agar setiap muslim menjadikan Allah SWT sebagai satu-satunya tempat bergantung dan berharap dalam seluruh urusan kehidupan.
Tema ini sejalan dengan banyak firman Allah dalam Al-Qur’an yang menegaskan bahwa rezeki, pertolongan, dan jalan keluar dari setiap kesulitan berasal dari Allah semata. Manusia hanya diperintahkan berikhtiar, sedangkan hasil akhirnya diserahkan kepada-Nya.
Firman Allah: Hanya kepada Allah Tempat Berharap
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Insyirah ayat 5–8:
فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ۙ اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ۗ فَاِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ ۙ وَاِلٰى رَبِّكَ فَارْغَبْ
Artinya:
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain). Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.” (QS. Al-Insyirah: 5–8).
Ayat ini menjadi dasar bahwa setelah berusaha maksimal, seorang mukmin harus menggantungkan harapannya hanya kepada Allah SWT.
Allah Sebaik-baik Pemberi Rezeki
Firman Allah dalam Surah Al-Jumu’ah ayat 11 menegaskan:
وَاللَّهُ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
Artinya:
“Dan Allah adalah sebaik-baik Pemberi rezeki.” (QS. Al-Jumu’ah: 11).
Sementara dalam Surah Ath-Thalaq ayat 2–3, Allah memberikan jaminan bagi orang-orang yang bertakwa:
“…Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya…” (QS. Ath-Thalaq: 2–3).
Kisah Ummu Ja’far dan Dua Pengemis
Dalam materi khutbah diceritakan kisah Ummu Ja’far, seorang wanita dermawan yang setiap hari memberi sedekah kepada dua pengemis buta.
Pengemis pertama selalu berdoa:
“Ya Allah, berilah aku rezeki dari karunia-Mu.”
Sedangkan pengemis kedua berdoa:
“Ya Allah, berilah aku rezeki melalui kemurahan Ummu Ja’far.”
Ummu Ja’far kemudian memberikan dua dinar kepada pengemis pertama, sedangkan kepada pengemis kedua ia memberikan roti dan ayam panggang yang ternyata berisi sepuluh dinar. Karena mengira hanya memperoleh makanan, pengemis kedua menukarnya dengan dua dinar milik pengemis pertama.
Peristiwa itu terus berulang hingga akhirnya terlihat bahwa pengemis yang berharap kepada Allah justru memperoleh rezeki yang jauh lebih besar.
Hadis Rasulullah SAW
Rasulullah SAW bersabda dalam hadis qudsi:
“Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini mengajarkan agar seorang muslim selalu berbaik sangka kepada Allah dan yakin bahwa pertolongan-Nya akan datang pada waktu yang paling tepat.
Pelajaran yang Dapat Diambil
Khutbah ini mengingatkan bahwa hati seorang mukmin tidak boleh bergantung kepada manusia, harta, jabatan ataupun kekuasaan. Semua itu hanyalah perantara, sedangkan Allah SWT adalah Pemilik segala sesuatu.
Sebagaimana firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 159:
فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
Artinya:
“Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.” (QS. Ali Imran: 159).
Karena itu, setelah berusaha dan berdoa, seorang muslim hendaknya menyerahkan seluruh hasil kepada Allah SWT. Harapan kepada manusia bisa mengecewakan, tetapi harapan kepada Allah tidak akan pernah sia-sia.(*)







