Jakarta – Pemerintah resmi menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) mulai Senin (20/10). Program ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam memperkuat daya beli dan kesejahteraan masyarakat di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh tantangan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, BLT Kesra merupakan tambahan dari Kartu Sembako atau BLT Reguler yang sudah berjalan sebelumnya.
Bantuan ini di berikan sebesar Rp300.000 per bulan selama tiga bulan (Oktober–Desember) dan akan di salurkan sekaligus sebesar Rp900.000 kepada masing-masing keluarga penerima manfaat (KPM).
“Penyaluran di lakukan melalui bank-bank Himbara untuk 18,3 juta penerima, serta melalui PT Pos Indonesia bagi 17,2 juta penerima lainnya,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta.
Program BLT Kesejahteraan Rakyat ini menargetkan lebih dari 35 juta KPM atau sekitar 140 juta jiwa dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (Desil 1-4) yang terdata dalam basis Data Sosial Sensus Ekonomi Nasional.
Airlangga menegaskan, bantuan ini berbeda dari BLT reguler yang di salurkan oleh Kementerian Sosial melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sembako, yang menyasar sekitar 20,88 juta KPM setiap bulannya.
“Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar penerima bantuan diperluas hingga dua kali lipat, sehingga jangkauan program meningkat signifikan dan manfaatnya dapat langsung di rasakan oleh masyarakat,” jelasnya.
Adapun total anggaran sebesar Rp30 triliun untuk program BLT tambahan ini bersumber dari efisiensi belanja dalam APBN tahun berjalan. Pemerintah memastikan penyaluran bantuan di lakukan secara transparan, tepat sasaran, dan tanpa potongan.
Airlangga menambahkan, selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat, program ini juga di harapkan dapat menjaga stabilitas konsumsi rumah tangga, yang menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.
“Dengan adanya BLT Kesra, kita ingin memastikan tidak ada keluarga Indonesia yang tertinggal dalam menikmati hasil pembangunan dan Ini adalah wujud kehadiran negara bagi rakyatnya,” pungkasnya.(*)







