SELAT MALAKA, Eksisjambi com – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 4,7 yang terjadi di wilayah Selat Malaka dengan kedalaman 10 kilometer menjadi perhatian para ahli karena mengungkap keberadaan sumber sesar aktif di dasar laut yang sebelumnya perlu terus dipetakan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.
Berdasarkan analisis, gempa tersebut merupakan gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake) yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif di bawah laut (submarine faulting). Mekanisme sumber gempa menunjukkan karakter sesar geser (strike-slip fault).
Meski demikian, gempa ini tidak menimbulkan dampak maupun kerusakan. Kondisi tersebut patut disyukuri karena masyarakat di sekitar wilayah terdampak tidak mengalami gangguan berarti akibat peristiwa tersebut.
Kendati tidak menimbulkan dampak, kejadian gempa ini memiliki nilai ilmiah yang sangat penting. Peristiwa tersebut memberikan informasi baru mengenai keberadaan sumber gempa sesar aktif di kawasan Selat Malaka.
Data dari kejadian gempa ini dapat dimanfaatkan untuk memperbarui identifikasi peta sumber gempa dan peta bahaya gempa bumi di kawasan tersebut. Informasi tersebut menjadi dasar penting dalam penyusunan strategi mitigasi bencana, perencanaan tata ruang, hingga pembangunan infrastruktur yang lebih tahan gempa.
Selain bermanfaat bagi Indonesia, khususnya wilayah Provinsi Riau, hasil kajian terhadap gempa ini juga memiliki nilai strategis bagi Malaysia mengingat Selat Malaka merupakan kawasan perairan yang berbatasan langsung dengan kedua negara.
Para ahli menilai pemutakhiran data sumber gempa di kawasan Selat Malaka sangat diperlukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa bumi di masa mendatang, sekaligus memperkuat kerja sama mitigasi bencana lintas negara.*







