http://Eksisjambi.com– Aktivitas gempa bumi susulan pascagempa utama berkekuatan Magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Flores masih terus berlangsung. Hingga Senin, 14 September 2026 pukul 05.00 WIB, jumlah gempa susulan yang tercatat telah mencapai 15.478 kejadian.
Berdasarkan data pemutakhiran, gempa susulan terbesar yang terjadi masih berkekuatan Magnitudo 6,2, sedangkan gempa terkecil tercatat berkekuatan Magnitudo 0,9.
Dari keseluruhan aktivitas tersebut, sebanyak 38 gempa memiliki magnitudo di atas M5, sementara 189 gempa di laporkan di rasakan oleh masyarakat di berbagai wilayah.
Meski aktivitas seismik masih tinggi, perkembangan terbaru menunjukkan tren yang cukup positif. Berdasarkan analisis grafik peluruhan (decay curve), pola penurunan frekuensi gempa susulan mulai terlihat.
Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa energi yang tersisa setelah gempa utama terus berkurang secara bertahap. Dengan melihat kecenderungan tersebut, para ahli memperkirakan rangkaian gempa susulan akan terus berlangsung, namun dengan frekuensi yang semakin menurun.
BMKG memperkirakan aktivitas gempa susulan masih dapat berlangsung sekitar satu bulan sejak terjadinya gempa utama. Meski demikian, masyarakat tetap di imbau untuk tidak lengah dan terus mengikuti informasi resmi dari BMKG.
Warga di wilayah terdampak juga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih berpotensi terjadi sewaktu-waktu. Masyarakat diharapkan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat di pastikan kebenarannya serta hanya mengacu pada informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait.
Data terbaru hingga 14 September 2026 pukul 05.00 WIB mencatat:
- Total gempa susulan: 15.478 kali
- Magnitudo terbesar: 6,2
- Magnitudo terkecil: 0,9
- Gempa dengan magnitudo di atas 5: 38 kali
- Gempa yang di rasakan masyarakat: 189 kali
Dengan mulai terbentuknya pola peluruhan, di harapkan aktivitas gempa susulan akan terus menurun secara bertahap hingga akhirnya kembali ke kondisi normal, meskipun kewaspadaan tetap harus di jaga selama periode tersebut.*
Sumber: BMKG







