Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Sabtu, 21 Februari 2026 - 14:51 WIB

Lemang Tapai Jadi Primadona Menu Berbuka Puasa

Oplus_131072

Oplus_131072

Religi, http://Eksisjambi.com – Lemang tapai kembali menjadi pilihan utama masyarakat saat berbuka puasa di bulan Ramadan. Takjil tradisional khas Sumatera Barat ini selalu di buru karena cita rasanya yang unik serta mampu mengembalikan energi setelah seharian menahan lapar dan dahaga.

Lemang tapai terdiri dari lemang beras ketan yang di masak dengan santan di dalam bambu dan di bakar hingga matang yang di sajikan bersama tapai ketan hitam bercita rasa manis-asam hasil fermentasi. Perpaduan gurih santan dan legitnya tapai menciptakan sensasi rasa yang khas dan sulit di tolak.

Ciri utama lemang tapai terletak pada keseimbangan rasanya. Lemang yang gurih dan beraroma asap berpadu sempurna dengan tapai ketan hitam yang manis serta sedikit asam. Tekstur ketan yang pulen semakin memperkaya pengalaman menyantap hidangan ini, terutama ketika di santap dalam kondisi hangat menjelang azan Magrib.

Baca Juga :  Pemerintah Mantapkan Koordinasi Persiapan Pengamanan Lebaran 2026

Tak heran jika lemang tapai selalu menjadi salah satu menu favorit masyarakat Minangkabau saat Ramadan. Banyak warga rela antre demi mendapatkan sajian tradisional ini sebagai pembuka puasa.

Beras ketan yang menjadi bahan utama lemang memiliki tekstur padat dan mengenyangkan. Kandungan karbohidratnya mampu memberikan energi instan yang di butuhkan tubuh setelah berpuasa seharian. Sementara itu, tapai ketan hitam mengandung gula alami hasil fermentasi yang membantu memulihkan stamina dengan cepat.

Kombinasi tersebut menjadikan lemang tapai bukan sekadar takjil, tetapi juga sumber energi yang cukup sebelum melanjutkan ibadah salat tarawih.

Meski lemang tapai tersedia sepanjang tahun, jumlah penjualnya meningkat drastis selama bulan suci. Di berbagai daerah di Sumatera Barat hingga wilayah perantauan seperti Bengkulu, kota sungai penuh dan kerinci pedagang lemang tapai mudah di temui di pinggir jalan menjelang waktu berbuka.

Baca Juga :  Logo dan Tema HUT-RI Ke-80 di Resmikan

Lemang biasanya di jual langsung dalam bambu, kemudian di potong sesuai permintaan pembeli. Harganya pun bervariasi, tergantung ukuran bambu dan porsi tapai yang di sajikan.

Ada dua cara populer menikmati lemang tapai:

  1. Dicampur – Lemang di iris kecil-kecil lalu di campur langsung ke dalam tapai ketan hitam, menyerupai sajian kolak.
  2. Di cocol – Lemang di potong tipis kemudian di cocol ke dalam kuah tapai sesuai selera.

Kedua cara tersebut sama-sama menghadirkan kenikmatan khas yang menjadi ciri kuliner tradisional ini.

Dengan cita rasa autentik dan nilai tradisi yang kuat, lemang tapai tetap bertahan sebagai salah satu ikon kuliner Ramadan. Kehadirannya setiap tahun bukan hanya memanjakan lidah, tetapi juga menghidupkan suasana kebersamaan saat berbuka puasa.**

Share :

Baca Juga

Daerah

Jambi Percepat Pengakuan Hutan Adat, Sekda Sudirman Tegaskan Komitmen Menuju 1,4 Juta Hektar Nusantara Lestari
Komisi III DPR RI memastikan implementasi KUHP dan KUHAP di Jawa Barat

Daerah

Komisi III DPR RI Pastikan Implementasi KUHP dan KUHAP Berjalan Optimal di Jawa Barat
MoU Pemkab Kerinci UNJA

Daerah

Pemkab Kerinci Perkuat Kolaborasi Akademik, Teken MoU dengan UNJA
Bareskrim Polri

Daerah

Bareskrim Polri Geledah Kantor PT Dana Syariah Indonesia
PERSAJA menggelar seminar internasional

Daerah

PERSAJA Gelar Seminar Internasional Bahas Stabilitas Ekonomi dan Krisis Sistemik IHSG
Kejadian di Purwakarta

Hukum

Pelaku Tewaskan DO (21) Karawang Ditangkap Polisi

Daerah

Wako Ahmadi Apresiasi Goro Swarnabhumi, Ngalau Bandea di Jambatan Kerinduan
Gubernur Jambi Lepas Bantuan Bencana di Sumatera

Advertorial

Gubernur AL Haris Lepas Bantuan Kemanusiaan Bencana Sumatera dengan Total Rp. 4,5 Miliar