Home / Daerah / Internasional / Nasional / News / Peristiwa

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:04 WIB

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tidak Bisa Disaksikan dari Indonesia, Ini Penjelasannya

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta , http://Eksisjambi.com – Langit akan menghadirkan salah satu fenomena astronomi paling dinantikan pada Rabu, 12 Agustus 2026, yakni Gerhana Matahari Total. Peristiwa langka ini menjadi perhatian para pengamat langit di berbagai negara karena menghadirkan pemandangan saat Bulan menutupi seluruh piringan Matahari untuk sementara waktu.

Sayangnya, masyarakat Indonesia tidak dapat menyaksikan fenomena tersebut secara langsung. Jalur totalitas Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 tidak melintasi wilayah Indonesia, sehingga peristiwa ini tidak akan terlihat dari seluruh daerah di Tanah Air, termasuk Jambi, Kerinci, Sungai Penuh, maupun wilayah lainnya.

Baca Juga :  Kadis Maya Bersama Dandim Kerinci Pantau Titik Longsor

Sebaliknya, gerhana ini akan lebih jelas terlihat di sejumlah wilayah yang berada pada lintasan totalitas, sehingga masyarakat di kawasan tersebut berkesempatan menyaksikan langit berubah gelap selama beberapa menit pada siang hari.

Gerhana Matahari Total terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Matahari dan Bumi, sehingga cahaya Matahari tertutup sepenuhnya. Fenomena ini hanya dapat disaksikan dari wilayah yang berada tepat pada jalur bayangan inti (umbra) Bulan.

Meskipun tidak dapat disaksikan langsung dari Indonesia, fenomena ini tetap menjadi momen penting bagi dunia astronomi. Berbagai lembaga antariksa dan observatorium di dunia diperkirakan akan menyiarkan proses gerhana secara langsung melalui internet sehingga masyarakat Indonesia tetap dapat mengikuti jalannya fenomena tersebut.

Baca Juga :  Nikmati Gerhana Matahari Cincin Api Indonesia Tak Kebagian

Gerhana Matahari Total juga menjadi pengingat bahwa langit selalu menyuguhkan berbagai peristiwa alam yang menarik untuk dipelajari. Fenomena astronomi seperti ini tidak hanya menawarkan keindahan visual, tetapi juga membantu para ilmuwan melakukan berbagai penelitian mengenai Matahari, Bulan, dan atmosfer Matahari.

Bagi masyarakat Indonesia, meski harus puas menyaksikannya melalui siaran daring, Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 tetap menjadi salah satu peristiwa astronomi yang layak untuk diikuti.*

Share :

Baca Juga

SIM card biometrik

Daerah

Komdigi Perketat Penggunaan Registrasi SIM

Advertorial

Pemkab Kerinci Sampaikan Terima Kasih atas Bantuan Suplai Listrik PLTA Kerinci

Daerah

Kode Promo Roblox Juni 2026 Masih Aktif, Klaim Item Gratis untuk Avatar

Daerah

Kadis Maya Novefri, Jalan Renah Pemetik Mulai di Bangun akhir bulan Februari

Advertorial

Pimpinan DPRD Pinto Jayanegara Lakukan Kunker Ke Kemenkes RI

Daerah

Awan Panas Guguran Gunung Merapi Meluncur 2 Kilometer
Mahkamah konstitusi

Internasional

Psikolog dan Advokat Gugat Aturan Pensiun Seumur Hidup Anggota DPR ke MK

Advertorial

Program Dumisake Kesehatan Gubernur Jambi Al Haris, Dirasakan Langsung Warga Miskin