Jakarta, Eksisjambi.com – Harga kopi di pasar internasional kembali mencatat penguatan pada perdagangan Kamis, 24 September 2026. Kenaikan terjadi pada dua jenis kopi utama dunia, yakni Arabika di bursa ICE US dan Robusta di bursa ICE Europe.
Penguatan harga ini menjadi perhatian pelaku industri kopi karena berpotensi memengaruhi harga perdagangan kopi global, termasuk di negara-negara produsen seperti Indonesia.
Berdasarkan data perdagangan terbaru, kopi Arabika (ICE US) ditutup di level 275,90 sen AS per pon (¢/lb) atau naik 3,60 poin (+1,32 persen) dibandingkan perdagangan sebelumnya. Jika dikonversikan secara sederhana, nilainya setara sekitar Rp108.300 per kilogram.
Sementara itu, kopi Robusta (ICE Europe) berada di level US$3.317 per ton dengan kenaikan 57 poin (+1,75 persen) dari sesi sebelumnya.
Kenaikan harga kedua jenis kopi tersebut menunjukkan sentimen positif di pasar komoditas kopi dunia. Pergerakan harga internasional umumnya dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi cuaca di negara produsen utama, proyeksi hasil panen, tingkat pasokan, permintaan global, hingga pergerakan nilai tukar mata uang.
Bagi Indonesia sebagai salah satu produsen kopi terbesar di dunia, perubahan harga di bursa internasional menjadi salah satu indikator penting yang dipantau oleh eksportir, pelaku usaha, hingga petani kopi. Meski demikian, harga yang diterima petani di tingkat lokal tidak selalu bergerak seiring dengan harga internasional karena dipengaruhi faktor kualitas, biaya distribusi, kurs rupiah, dan kondisi pasar domestik.
Pelaku usaha diharapkan terus mencermati perkembangan harga global sebagai acuan dalam menyusun strategi pemasaran maupun ekspor komoditas kopi.
Pergerakan Harga Kopi Internasional 24 September 2026
- Arabika (ICE US): 275,90 ¢/lb, naik 3,60 poin (+1,32%) atau sekitar Rp108.300/kg.
- Robusta (ICE Europe): US$3.317 per ton, naik 57 poin (+1,75%).*







