Coffee, http://Eksisjambi.com – Pasar kopi dunia mengalami dinamika yang cukup signifikan sepanjang pertengahan 2026. Harga kopi global sempat melemah pada Juni sebelum kembali menguat di penghujung bulan, di tengah ketidakpastian pasokan dari Brasil, peningkatan ekspor Vietnam, hingga regulasi baru Uni Eropa terkait produk bebas deforestasi.
Berikut rangkuman perkembangan terbaru pasar kopi dunia per 8 Agustus 2026.
Indikator harga komposit dari International Coffee Organization (ICO) mencatat rata-rata 248,90 sen dolar AS per pon pada Juni 2026. Angka tersebut turun sekitar 2,8 persen di bandingkan Mei.
Harga sempat menyentuh titik terendah 231,96 sen AS per pon pada 9 Juni sebelum bangkit hingga 272,39 sen AS per pon di akhir bulan.
Pemulihan harga di pengaruhi oleh perubahan ekspektasi terhadap produksi kopi Brasil, perkembangan panen, serta kondisi stok kopi bersertifikat di pasar internasional.
Produksi Brasil Di proyeksikan Meningkat, Namun Risiko Masih Mengintai
Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) memperkirakan produksi kopi hijau Brasil pada musim 2026/2027 mencapai 71,9 juta karung berukuran 60 kilogram, meningkat sekitar 14 persen di bandingkan estimasi sebelumnya.
Namun, lembaga pertanian Brasil Conab memperkirakan produksi nasional lebih rendah, yakni sekitar 66,7 juta karung.
Para eksportir masih berhati-hati karena rendahnya stok serta potensi fenomena El Niño yang dapat memengaruhi akhir musim panen saat ini maupun siklus produksi berikutnya.
Vietnam mencatat ekspor sekitar 782 ribu ton kopi selama empat bulan pertama 2026 dengan nilai mencapai 3,58 miliar dolar AS.
Volume ekspor meningkat 11,7 persen di bandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, nilai ekspor justru turun 9,8 persen akibat penurunan harga rata-rata ekspor sebesar 19,4 persen menjadi sekitar 4.575 dolar AS per ton.
Meski harga global melemah, permintaan dari China serta pasar Eropa tetap kuat sehingga mampu menjaga pertumbuhan volume ekspor Vietnam.
Pemerintah Amerika Serikat mulai menerapkan tarif 25 persen terhadap sejumlah produk impor asal Brasil sejak 22 Juli 2026 melalui kebijakan perdagangan Section 301.
Namun, produk kopi tidak termasuk dalam daftar yang di kenakan tarif tersebut.
Keputusan ini memberikan kepastian bagi importir kopi di Amerika Serikat karena Brasil masih menjadi salah satu pemasok kopi terbesar bagi pasar Negeri Paman Sam.
Komisi Eropa telah memperbarui sistem pelaporan digital serta cakupan produk dalam EU Deforestation Regulation (EUDR) pada 13 Juli 2026.
Kopi tetap menjadi salah satu dari tujuh komoditas yang wajib memenuhi ketentuan tersebut. Seluruh pelaku usaha harus membuktikan bahwa produk kopi yang di pasarkan berasal dari lahan yang bebas deforestasi dan di produksi secara legal.
Aturan ini mulai berlaku bagi operator besar dan menengah pada 30 Desember 2026, sedangkan produk kopi instan (soluble coffee) yang baru di masukkan dalam cakupan regulasi akan mulai di wajibkan memenuhi aturan tersebut pada 30 Desember 2027.
Pergerakan pasar kopi global hingga Agustus 2026 masih di pengaruhi oleh sejumlah faktor utama, mulai dari prospek panen Brasil, kondisi cuaca akibat potensi El Niño, permintaan dari negara-negara konsumen utama, hingga kebijakan perdagangan dan regulasi lingkungan di berbagai kawasan.
Pelaku industri di perkirakan akan terus memantau perkembangan produksi di negara-negara produsen utama karena berpotensi menentukan arah harga kopi dunia pada paruh kedua 2026.*







