JAKARTA, Eksisjambi.com – Pergerakan harga kopi di pasar internasional pada Rabu, 30 September 2026, menunjukkan tren yang berbeda antara kopi arabika dan robusta. Harga kopi arabika di bursa ICE US di tutup menguat tipis, sementara robusta di ICE Eropa mengalami pelemahan yang sangat terbatas.
Berdasarkan data perdagangan, kontrak kopi Arabika (ICE US) berada di level 289,45 sen AS per pon (¢/lb) atau naik 0,70 poin (+0,24 persen) di bandingkan perdagangan sebelumnya. Dengan kurs yang berlaku, harga tersebut setara dengan sekitar Rp114.900 per kilogram.
Sementara itu, Robusta (ICE EU) di perdagangkan di level US$3.410 per ton, turun 2 poin (-0,06 persen). Jika di konversikan, nilainya berada di kisaran Rp61.400 per kilogram.
Kenaikan tipis pada arabika mengindikasikan pasar masih mendapatkan dukungan dari sentimen permintaan dan aktivitas perdagangan menjelang akhir bulan. Di sisi lain, penurunan yang sangat terbatas pada robusta menunjukkan pasar masih bergerak relatif stabil tanpa tekanan jual yang signifikan.
Bagi Indonesia sebagai salah satu produsen kopi terbesar dunia, terutama untuk jenis robusta, dinamika harga di pasar internasional menjadi salah satu acuan penting dalam perdagangan ekspor maupun pembentukan harga di tingkat pelaku usaha.
Namun, harga yang di terima petani di dalam negeri tetap di pengaruhi berbagai faktor lain seperti kualitas biji, kadar air, biaya distribusi, nilai tukar rupiah, hingga kondisi pasokan di masing-masing daerah.
Pelaku industri kopi juga terus memantau perkembangan cuaca di negara-negara produsen utama serta kondisi permintaan global yang dapat memengaruhi arah pergerakan harga dalam beberapa waktu ke depan.
Pergerakan Harga Kopi Internasional 30 September 2026
- Arabika (ICE US): 289,45 ¢/lb, naik 0,70 poin (+0,24%) atau sekitar Rp114.900/kg.
- Robusta (ICE EU): US$3.410/ton, turun 2 poin (-0,06%) atau sekitar Rp61.400/kg.*







