Amalan – Sebuah amalan bertajuk Ilmu Kunci Nafas Multi Fungsi tengah menjadi perbincangan di kalangan anggota grup Al Hikmah. Amalan tersebut dibagikan oleh salah satu pengasuh yang mengaku mengijazahkan praktik itu secara ikhlas lillahi ta’ala kepada para anggota.
Dalam unggahan yang beredar, pengasuh tersebut menyebut amalan ini diyakini memiliki berbagai fungsi, mulai dari pengobatan penyakit medis, nonmedis, peningkatan tenaga dalam, hingga perlindungan keselamatan. Pengasuh juga menyebut amalan tersebut mampu “mengembalikan santet dua kali lipat dari yang dikirim”, sebuah klaim yang banyak ditemukan dalam praktik mistik tradisional.
Dalam penjelasannya, ia memaparkan tata cara amalan Ilmu Kunci Nafas yang disebut sudah lama diajarkan dalam lingkungan tertentu. Prosedurnya dimulai dengan mempersiapkan segelas air putih, kemudian membaca doa:
“Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.”
Setelah itu, pembaca diminta melafalkan kalimat:
“Kunci Allah Kunci Muhammad” satu kali.
Selanjutnya, pengamal diarahkan menarik napas dalam-dalam, menahannya di perut, lalu membaca:
“Laisa Kamitslihi Syai’un” satu kali, kemudian menghembuskan napas ke air tersebut.
Air yang telah didoakan ini kemudian diminum. Menurut pengasuh, untuk “penyakit nonmedis” efeknya disebut dapat terasa seketika, sementara untuk penyakit medis diklaim mampu membantu mengeluarkan penyakit “bersama kotoran tubuh”.
Unggahan tersebut mengundang beragam respons. Sebagian anggota grup menyambut amalan itu sebagai bentuk tradisi spiritual dan doa praktik yang lazim ditemukan di banyak komunitas keagamaan di Indonesia. Namun demikian, beberapa pihak mengingatkan agar masyarakat tetap bijak dan tidak meninggalkan penanganan medis profesional apabila mengalami gangguan kesehatan serius.
Praktik doa, dzikir, atau ritual keagamaan memang menjadi bagian dari budaya spiritual di berbagai daerah. Namun tenaga kesehatan menekankan bahwa klaim penyembuhan penyakit terutama medis perlu ditangani dengan pendekatan ilmiah dan pemeriksaan dokter untuk memastikan keselamatan pasien.
Meski demikian, amalan ini terus menyebar di grup media sosial Al Hikmah dan dipraktikkan oleh sebagian anggota yang meyakininya sebagai bagian dari ikhtiar spiritual.(*)






