Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Kamis, 19 Maret 2026 - 08:13 WIB

Ilmuwan Indonesia Ciptakan Radar Canggih CP-SAR, Diakui Dunia

Ilmuwan Indonesia Josaphat Tetuko Sri Sumantyo ciptakan radar CP-SAR canggih, diakui dunia namun minim dukungan riset dalam negeri.

Ilmuwan Indonesia Josaphat Tetuko Sri Sumantyo ciptakan radar CP-SAR canggih, diakui dunia namun minim dukungan riset dalam negeri.

JAKARTA – Nama Josaphat Tetuko Sri Sumantyo kembali menjadi sorotan publik sebagai salah satu ilmuwan Indonesia yang berhasil menciptakan teknologi radar satelit mutakhir bernama CP-SAR (Circularly Polarized Synthetic Aperture Radar).

Teknologi ini di nilai revolusioner karena memiliki kemampuan tinggi dalam pengamatan bumi. Radar CP-SAR mampu menembus awan tebal, kabut asap, hingga memetakan objek yang berada di bawah permukaan tanah. Kemampuan tersebut menjadikannya sangat penting dalam berbagai sektor strategis, mulai dari mitigasi bencana alam, navigasi penerbangan, hingga kepentingan pertahanan dan keamanan.

Sebagai ilmuwan yang memiliki komitmen kuat terhadap tanah air, Josaphat di ketahui sempat berkeinginan untuk mengembangkan teknologi tersebut di Indonesia. Ia berharap inovasi tersebut dapat di manfaatkan untuk memperkuat kedaulatan dan kemandirian teknologi nasional.

Baca Juga :  Pindad dan KG Mobility Akan Garap 200 Ribu Unit Kendaraan Listrik Indonesia

Namun, harapan tersebut di hadapkan pada berbagai kendala, terutama terkait birokrasi serta keterbatasan dukungan terhadap riset dan pengembangan. Minimnya fasilitas dan pendanaan membuat pengembangan teknologi ini tidak berjalan optimal di dalam negeri.

Di tengah situasi tersebut, Jepang melihat potensi besar dari inovasi yang di kembangkan Josaphat. Ia kemudian direkrut dan di percaya menjadi profesor di Chiba University. Di sana, ia mendapatkan dukungan penuh berupa fasilitas laboratorium modern serta pendanaan riset yang memadai untuk mengembangkan teknologi CP-SAR secara lebih luas.

Kini, teknologi radar hasil karya anak bangsa tersebut justru berkembang pesat di luar negeri dan di manfaatkan oleh berbagai institusi, termasuk lembaga antariksa dan sektor pertahanan negara lain.

Baca Juga :  BMKG :  Gempa M 7,7 di Laut Filipina, Sejumlah Wilayah Indonesia Berpotensi Terdampak

Kondisi ini memunculkan ironi, di mana Indonesia sebagai negara asal sang ilmuwan masih bergantung pada teknologi impor dengan biaya tinggi, sementara inovatornya sendiri harus mengembangkan karyanya di luar negeri.

Pengamat menilai, kasus ini menjadi cerminan pentingnya peningkatan dukungan terhadap riset dan inovasi dalam negeri. Tanpa ekosistem yang kuat, potensi sumber daya manusia unggul di khawatirkan akan terus berpindah ke negara lain yang mampu memberikan ruang dan fasilitas yang lebih baik.**

Share :

Baca Juga

SMKN 3 Tanjab Timur

Daerah

Diduga Dipicu Teguran Guru, Aksi Pengeroyokan Terjadi di SMKN 3 Tanjab Timur

Advertorial

Bupati Monadi MOU Bersama Direktur ATAK
kode redeem mlbb

Daerah

Kode Redeem Mobile Legends Bang Bang Terbaru 23 April 2026, Segera Klaim 

Daerah

Update Kode Redeem MLBB 8 Februari 2026: Klaim Skin Gratis, Fragmen, hingga Battle Points
Harga Pertamax Terbaru

Daerah

Update Harga Pertamax Se Provinsi Di Indonesia, Ini Rinciannya 

Advertorial

Pimpinan DPRD H.Fajran Hadiri Upacara Harkitnas Ke -115 Tahun 2022

Bangko

Warga Merangin Minta Polisi Larang SAD Bawa Senjata

Kerinci

Haris-Sani Persembahkan Kado Istimewa  Untuk Sakti Alam Kerinci Jembatan Kelok Sago Termegah di Provinsi Jambi