Islandia, http://Eksisjambi.com – Pesona alam Negeri Api dan Es benar-benar menghadirkan pengalaman tak terlupakan. Selama sepekan menjelajahi Iceland bersama keluarga tercinta, Cik Rehana M. Salleh merasakan langsung keajaiban alam yang selama ini hanya di lihat melalui layar kaca.
Perjalanan menjadi momen istimewa, bukan hanya karena panorama alamnya yang spektakuler, tetapi juga karena pengalaman spiritual dan emosional yang menyertainya.
Salah satu destinasi utama yang di kunjungi adalah Gullfoss, air terjun megah yang menjadi ikon Golden Circle. Percikan kabut airnya yang menyapu wajah menghadirkan sensasi segar sekaligus takjub akan kebesaran alam.
Tak jauh berbeda, pengalaman berjalan di belakang air terjun Seljalandsfoss menjadi momen langka yang sulit di lupakan. Dari balik tirai air yang jatuh deras, pemandangan lanskap hijau Islandia tampak begitu dramatis.
Petualangan berlanjut dengan menyaksikan semburan air panas di kawasan Geysir. Setiap sekitar 15 menit, geyser memancarkan air panas tinggi ke udara, menjadi atraksi alam yang di nanti para wisatawan.
Tak hanya itu, perjalanan ini juga membawa mereka merentasi lempeng tektonik dunia sebuah pengalaman geografis unik yang hanya bisa di rasakan di Islandia, tempat bertemunya lempeng Eurasia dan Amerika Utara.
Keindahan lain yang tak kalah memukau adalah pantai pasir hitam Reynisfjara. Berkunjung pada waktu tengah malam yang tetap terang benderang, Cik Rehana dan keluarga merasakan fenomena matahari tengah malam di mana matahari seolah enggan terbenam.
Langit yang tetap bercahaya meski waktu menunjukkan larut malam menciptakan suasana magis yang jarang di temukan di belahan dunia lain.
Di balik keindahan tersebut, ada tantangan tersendiri, terutama dalam menyesuaikan waktu ibadah. Waktu Maghrib tiba sekitar pukul 23.45 malam, sementara Subuh sudah masuk pukul 02.15 dini hari. Waktu istirahat terasa begitu singkat.
“Baru saja terlelap, sudah harus bangun lagi,” ujar Cik Rehana sambil tersenyum mengenang pengalaman tersebut.
Namun, justru di situlah pelajaran berharga di dapat. Perjalanan ini mengajarkan arti kesabaran, disiplin, serta rasa syukur atas kebesaran Tuhan yang terpancar melalui keindahan alam ciptaan-Nya.
Kunjungan ke Islandia memang menguras tenaga. Jarak tempuh yang panjang, suhu dingin, hingga jadwal yang padat menjadi tantangan tersendiri. Namun semua itu terbayar lunas dengan panorama luar biasa dan pengalaman spiritual yang mendalam.
Bagi Cik Rehana M. Salleh, perjalanan ini bukan sekadar liburan, melainkan refleksi diri tentang cinta, kesabaran, dan rasa syukur.
Islandia, negeri di mana matahari tak pernah benar-benar tidur, meninggalkan jejak kenangan yang akan selalu hidup dalam hati.**







