Home / Daerah / Internasional / Kerinci / Nasional / News / Sosbud

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Jejak Kolonial di Kerinci, Foto Bersejarah Petugas Administrasi E.G.A. Lapré di Tepi Danau Bento

Foto Istimewa Sejarah Kerinci

Foto Istimewa Sejarah Kerinci

KERINCI, Eksisjambi.com – Sebuah foto lama kembali membuka lembaran sejarah Kerinci pada masa kolonial Belanda. Foto yang menampilkan seorang petugas administrasi bernama E.G.A. Lapré bersama beberapa orang lainnya menjadi salah satu dokumentasi visual yang menggambarkan kehidupan, lingkungan, serta aktivitas manusia di kawasan Kerinci pada awal abad ke-20.

Dalam foto tersebut terlihat beberapa laki-laki berdiri di depan sebuah bangunan sederhana dengan atap berbahan alami seperti rumbia atau tumbuhan kering. Bangunan itu tampak menyatu dengan lingkungan sekitar, berdinding material alam, serta berada di kawasan yang masih asri dengan pepohonan dan bentang alam dataran tinggi Kerinci.

Berdasarkan keterangan arsip foto, gambar tersebut berkaitan dengan E.G.A. Lapré, seorang petugas administrasi kolonial Belanda yang pernah bertugas di wilayah Sumatra. Foto ini memperlihatkan Lapré berdiri di depan sebuah pondok perburuan yang dibangun oleh rekan-rekannya di tepi Danau Bento, Kerinci.

Mengenal Sosok E.G.A. Lapré

E.G.A. Lapré tercatat sebagai pejabat administrasi kolonial Belanda yang pernah melakukan aktivitas di wilayah Sumatra, termasuk kawasan Kerinci. Dokumentasi mengenai dirinya tersimpan dalam sejumlah koleksi arsip sejarah, salah satunya koleksi foto KITLV (Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde).

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD YOSHADI Hadiri Musrenbang RKPD Kota Sungai Penuh Tahun 2024

Selain kegiatan pemerintahan, beberapa dokumentasi sejarah juga menunjukkan keterlibatan Lapré dalam aktivitas perburuan dan perjalanan di kawasan alam Kerinci. Kehadiran foto tersebut menjadi bukti visual mengenai interaksi antara pejabat kolonial dengan lingkungan serta masyarakat lokal pada masa itu.

Gambaran Kerinci Tempo Dulu

Foto tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi Kerinci pada masa lalu, ketika pembangunan fasilitas permanen belum berkembang seperti sekarang. Kawasan dataran tinggi Kerinci masih didominasi hutan, rawa, dan bentang alam alami.

Pondok sederhana di tepi Danau Bento memperlihatkan bagaimana kawasan alam dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan pada masa kolonial. Bangunan tersebut tidak hanya menjadi tempat persinggahan, tetapi juga menjadi bagian dari cerita sejarah hubungan manusia dengan lingkungan Kerinci.

Pakaian yang dikenakan oleh orang-orang dalam foto juga memperlihatkan adanya perbedaan gaya berpakaian antara masyarakat setempat dengan orang-orang yang diduga merupakan bagian dari pemerintahan kolonial pada masa tersebut.

Kapan Foto Ini Diambil?

Foto E.G.A. Lapré ini diperkirakan berasal dari periode kolonial Belanda pada awal abad ke-20. Namun, tahun pengambilan foto secara pasti belum dapat diketahui.

Beberapa dokumentasi lain yang berkaitan dengan Lapré dan kawasan Kerinci diketahui berasal dari sekitar dekade 1930-an. Karena itu, foto ini perlu dilihat sebagai bagian dari rangkaian arsip sejarah yang menggambarkan aktivitas kolonial di wilayah Kerinci.

Baca Juga :  Harga Emas Dunia Naik Rp 49.338, Harga Sentuh USD 4.605,66 per Troy Ounce

Danau Bento, Ruang Alam yang Menyimpan Sejarah

Danau Bento selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan alam khas Kerinci dengan pemandangan rawa dan pegunungan yang indah. Namun jauh sebelum menjadi tujuan wisata seperti sekarang, kawasan ini telah menjadi bagian dari perjalanan sejarah masyarakat dan berbagai aktivitas manusia.

Foto lama E.G.A. Lapré menunjukkan bahwa Danau Bento bukan hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga menyimpan jejak sejarah yang penting untuk dipelajari.

Melalui arsip visual seperti ini, masyarakat dapat melihat bagaimana wajah Kerinci pada masa lalu, mulai dari kondisi alam, bentuk bangunan, hingga kehidupan sosial pada masa kolonial.

Catatan Lokasi Foto

Berdasarkan keterangan arsip yang tersedia, lokasi foto disebut berada di tepi Danau Bento. Karena itu, lokasi tersebut tidak dapat langsung disamakan dengan pusat Kota Sungai Penuh tanpa adanya bukti tambahan.

Foto ini menjadi salah satu sumber sejarah visual yang berharga untuk memahami perjalanan panjang Kerinci dan perlu terus dilestarikan serta dikaji bersama berbagai arsip sejarah lainnya.(*)

Share :

Baca Juga

Daerah

Terima Dana Hibah, Warga Siulak Ucapkan Terima kasih Kepada Gubernur dan Fadli Sudria

Daerah

Sukses Di Gelar, Asosiasi Liga Futsal Kabupaten Bungo Resmi Di Tutup

Daerah

Suzuki V-Strom 250 SX Hadir di Jambi, Motor Adventure Sporty Siap Temani Touring dan Aktivitas Harian

Advertorial

Dinas PUPR Bidang SDA Kabupaten Kerinci Mengucapkan Selamat dan Sukses Atas Di Lantiknya ASRAF,S.P.t., M.Si Sebagai PJ.Bupati Kerinci
eksisjambi

Kota Sungai Penuh

PEDULI KORBAN KEBAKARAN Bpk ANDI OKTAVIAN, SEGERA SERAHKAN BANTUAN KEBAKARAN DI Kec. PONDOK TINGGI KOTA SUNGAI PENUH
MK (Mahkamah konstitusi)

Internasional

MK Larang Polisi Aktif Rangkap Jabatan Sipil

News

Gubernur Al Haris : Sikap Toleran dan Menghargai Perbedaan Membuat Indonesia Diakui Dunia
Varian baru COVID-19 BA.3.2 atau “Cicada” mulai menyebar global

Daerah

Varian Baru COVID-19 ‘Cicada’ (BA.3.2) Picu Kekhawatiran Global