KERINCI,http://Eksisjambi.com – Gunung Kerinci kembali menjadi primadona wisata pendakian di Sumatera sepanjang tahun 2025. Sebagai atap Sumatera dengan ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut (mdpl), gunung tertinggi di Pulau Sumatera ini mengalami lonjakan kunjungan signifikan, terutama saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Saat ini, pendakian Gunung Kerinci di dominasi oleh dua jalur utama, yakni jalur Kersik Tuo di Provinsi Jambi yang legendaris serta jalur baru Solok Selatan di Sumatera Barat yang menawarkan waktu tempuh lebih singkat.
1. Jalur Kersik Tuo (Jambi)
Jalur ini masih menjadi rute favorit dan paling ramai di gunakan pendaki. Pendakian umumnya di tempuh selama 3 hari 2 malam, melewati tiga shelter utama dengan trek hutan hujan tropis yang rapat dan medan yang cukup menantang. Jalur ini di rekomendasikan bagi pendaki yang ingin merasakan pengalaman klasik Gunung Kerinci.
2. Jalur Bangun Rejo–Bukit Bontak
jalur ini di proyeksikan dapat di tempuh hanya 2 hari 1 malam, menjadikannya pilihan ideal bagi pendaki berpengalaman yang mengutamakan efisiensi waktu.
Selain pendakian, kawasan Gunung Kerinci juga menawarkan beragam destinasi wisata alam unggulan, antara lain:
- Perkebunan Teh Kayu Aro, kebun teh tertinggi di Asia Tenggara
- Danau Kaco, danau berair biru jernih di tengah hutan
- Air Terjun Telun Berasap, ikon wisata Kabupaten Kerinci
- Bukit Khayangan, spot panorama Kota Sungai Penuh dari ketinggian
- Kombinasi pendakian dan wisata alam ini menjadikan Kerinci sebagai paket lengkap bagi wisatawan pencinta alam.
- Aturan, Biaya, dan Keselamatan Pendaki
Balai Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) menegaskan bahwa seluruh pendaki wajib melakukan pendaftaran resmi di visitor center sebelum memulai pendakian.
Biaya masuk atau simaksi saat ini berkisar Rp100.000 per orang, terutama untuk jalur lama dengan durasi pendakian hingga 4 hari 3 malam.
Pendaki juga di wajibkan:
- Mematuhi seluruh aturan TNKS
- Mengutamakan keselamatan
- Menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan
- Perlengkapan Wajib dan Kondisi Fisik
Mengingat karakter Gunung Kerinci yang di dominasi trek terjal dan hutan lebat, pendaki harus menyiapkan perlengkapan standar, antara lain:
- Tenda, sleeping bag, dan matras
- Jaket waterproof dan windproof
- Jas hujan dan headlamp
- Sepatu gunung
- Masker dan perlengkapan P3K
Selain itu, kondisi fisik yang prima menjadi syarat utama demi menghindari risiko kelelahan atau cedera di jalur pendakian.
Data lapangan menunjukkan peningkatan kunjungan yang cukup tajam di penghujung 2025, dengan jumlah pendaki mencapai ratusan orang per hari. Pihak pengelola pun mengimbau calon pendaki untuk melakukan registrasi jauh hari, khususnya saat musim liburan panjang.
Gunung Kerinci bukan hanya tentang menaklukkan ketinggian, tetapi juga tentang menjaga harmoni dengan alam. Pendakian yang aman dan bertanggung jawab akan memastikan keindahan atap Sumatera tetap lestari untuk generasi mendatang.***







