JAMBI, http://Eksisjambi.com – Rentetan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan angkutan batu bara kembali menjadi sorotan di Provinsi Jambi. Ketua DPRD Provinsi Jambi, Muhammad Hafiz Fattah, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden yang terus berulang dan dinilai membahayakan keselamatan masyarakat.
Dalam sepekan terakhir, sejumlah kecelakaan dilaporkan terjadi di beberapa titik, di antaranya di Jembatan Aur Duri 2, wilayah Koto Boyo di Kabupaten Batanghari, hingga insiden terbaru di Jalan Lintas Timur, tepatnya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Hafiz Fattah menilai, kejadian tersebut menunjukkan masih lemahnya pengawasan serta penegakan aturan terhadap operasional angkutan batu bara di daerah tersebut. Ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat tidak boleh dikorbankan demi kepentingan operasional.
“Saya menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas kejadian angkutan batu bara yang kembali menimbulkan korban dan keresahan di tengah masyarakat,” ujar Hafiz Fattah melalui pesan WhatsApp, Kamis.
Ia juga mengecam keras setiap kejadian kecelakaan yang melibatkan angkutan batu bara, terlebih jika sampai membahayakan pengguna jalan umum.
“Peristiwa seperti ini tidak boleh dianggap biasa, karena menyangkut nyawa, rasa aman, dan hak masyarakat untuk menggunakan jalan,” tegasnya.
Menurutnya, keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama. Hal ini, lanjutnya, telah diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi Jambi Nomor 1 Tahun 2015 yang mewajibkan pengangkutan batu bara melalui jalur khusus.
Penggunaan jalan umum, kata dia, hanya diperbolehkan secara terbatas dan harus melalui dispensasi resmi. Oleh karena itu, setiap angkutan batu bara yang melanggar aturan, tidak memenuhi standar keselamatan, atau berpotensi membahayakan masyarakat harus segera ditertibkan.
Hafiz Fattah juga meminta aparat terkait untuk bertindak tegas dalam melakukan pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran yang terjadi di lapangan.
Selain itu, ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi menyikapi situasi tersebut.
“Kami DPRD mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi. Kami akan terus mengawal agar keselamatan publik benar-benar ditempatkan di atas kepentingan operasional angkutan,” pungkasnya.**







