Ekeisjambi.con, Sungai Penuh- Setelah hampir dua minggu pencarian intensif, keluarga Muhammad Wira Anugrah, pemuda yang dilaporkan hilang di kawasan hutan sekitar Pondok Tinggi, akhirnya secara resmi melaporkan kasus ini ke Polres Kerinci.pada Senin (28/4/2025).
Langkah ini diambil mengingat hasil pencarian di lapangan belum menemukan titik terang. Barang-barang penting yang diketahui dibawa Wira saat hilang, seperti 3 buah tali anjing, tas ransel, handphone, dan parang, hingga kini juga belum ditemukan.
Dalam diskusi antara tokoh adat Pondok Tinggi dan keluarga, beberapa prediksi penyebab hilangnya Wira telah dibahas:
Dimangsa hewan buas seperti harimau atau beruang seharusnya meninggalkan jejak sobekan pakaian atau sisa tubuh, namun tidak ditemukan bukti tersebut.
Dimangsa ular piton biasanya akan ada jejak bekas lilitan atau lokasi perkelahian, yang juga tidak ditemukan.
Masuk jurang dalam keadaan hidup diperkirakan akan terdengar suara saat dipanggil, namun tidak ada respons.
Masuk jurang dalam keadaan meninggal biasanya tercium bau jasad setelah beberapa hari, namun tidak ada bau mencurigakan yang terdeteksi di sekitar area pencarian.
Berdasarkan hasil tersebut, keluarga dan tokoh adat sepakat untuk terus berikhtiar, baik secara teknis maupun spiritual.
Laporan resmi ke Polres Kerinci ini diharapkan dapat memperluas upaya pencarian dengan melibatkan aparat penegak hukum, penggunaan teknologi modern seperti drone thermal, anjing pelacak, hingga memperkuat koordinasi dengan masyarakat setempat.

“Kami berharap semua pihak dapat turut membantu. Kami tidak akan menyerah sampai Wira ditemukan, apapun keadaannya,” ujar salah satu anggota keluarga.
Upaya pencarian terus berlanjut. Keluarga, masyarakat, dan aparat berharap Wira segera ditemukan dan kembali ke tengah keluarganya dalam keadaan selamat.(*)







