Kuala Tungkal, http://Eksisjambi.com – Suasana Terminal Dalam Kota Kuala Tungkal tampak lebih ramai dari biasanya pada Sabtu pagi. Ratusan warga memadati lokasi operasi pasar murah yang digelar untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran.
Kegiatan ini di inisiasi oleh Partai Golkar Tanjung Jabung Barat sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi masyarakat, khususnya di tengah kenaikan harga sembako dalam beberapa waktu terakhir.
Di tengah keramaian tersebut, Ketua Komisi II DPRD Tanjung Jabung Barat, Syufrayogi Syaiful, terlihat turun langsung meninjau jalannya kegiatan. Ia menyusuri setiap lapak, berdialog dengan warga, hingga memantau distribusi bahan pokok agar berjalan lancar dan tepat sasaran.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Sejak pagi, warga sudah mengantre untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, dan telur dengan harga yang lebih terjangkau.
“Kami datang dari pagi supaya kebagian. Harga di luar sekarang mahal,” ujar salah seorang warga yang ikut mengantre.
Selain berbelanja, sejumlah warga juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan keluhan terkait kondisi ekonomi saat ini. Kenaikan harga bahan pokok menjadi persoalan utama yang disampaikan kepada wakil rakyat tersebut.
Pasar murah ini dinilai sebagai langkah konkret dalam membantu masyarakat menghadapi fluktuasi harga kebutuhan pokok. Program tersebut juga diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat, khususnya bagi kalangan menengah ke bawah.
Meski demikian, warga berharap kegiatan serupa tidak hanya bersifat insidental. Mereka menginginkan agar pasar murah dapat digelar secara rutin dan menjangkau wilayah yang lebih luas di Tanjung Jabung Barat.
Menutup kegiatan, Syufrayogi Syaiful menyampaikan harapannya agar program pasar murah dapat menjadi solusi berkelanjutan.
“Kita ingin kegiatan seperti ini tidak hanya sesaat, tetapi bisa terus dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat,” ujarnya.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat, pasar murah ini menjadi bukti bahwa intervensi langsung seperti ini masih sangat dibutuhkan, terutama dalam menjaga kestabilan ekonomi daerah.*(Eko/je)







