Home / Daerah / Internasional / Nasional / News / Religi

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:42 WIB

Kisah Nabi Sulaiman AS: Raja yang Kaya Harta, Kaya Ilmu, dan Penakluk Jin

Oplus_131072

Oplus_131072

Religi, http://Eksisjambi.com  – Nabi Sulaiman AS merupakan salah satu nabi yang dikaruniai Allah SWT berbagai keistimewaan luar biasa. Selain di kenal sebagai raja yang memiliki kekayaan melimpah, beliau juga dianugerahi ilmu pengetahuan, kebijaksanaan, serta kekuasaan yang tidak dimiliki manusia biasa, termasuk kemampuan menundukkan jin, berbicara dengan hewan, dan mengendalikan angin.

Nabi Sulaiman AS adalah putra dari Nabi Daud AS. Sejak usia muda, kecerdasan dan kebijaksanaannya dalam memutuskan perkara telah terlihat. Banyak orang yang merasa puas dengan keputusan hukum yang diberikan oleh Nabi Sulaiman karena keadilannya.

Setelah Nabi Daud AS wafat, Nabi Sulaiman diangkat sebagai penerus kepemimpinan sekaligus melanjutkan tugas kenabian. Allah SWT kemudian menganugerahkan kerajaan yang sangat besar dan kekuasaan yang luas kepadanya.

Salah satu mukjizat Nabi Sulaiman AS adalah kemampuannya memahami bahasa hewan. Beliau juga mampu mengendalikan bangsa jin dan setan yang bekerja atas perintahnya.

Selain itu, Allah SWT menjadikan angin sebagai kendaraan Nabi Sulaiman. Dengan izin Allah, perjalanan yang biasanya ditempuh manusia selama satu bulan dapat diselesaikan beliau hanya dalam waktu dari pagi hingga sore hari.

Suatu hari, Nabi Sulaiman mengumpulkan seluruh pasukannya yang terdiri dari manusia, jin, hewan, dan makhluk lainnya. Dalam pemeriksaan tersebut, beliau menyadari bahwa seekor burung Hud-Hud tidak hadir.

Nabi Sulaiman pun berkata bahwa jika burung tersebut tidak dapat memberikan alasan yang jelas atas keterlambatannya, maka ia akan dijatuhi hukuman.

Tidak lama kemudian, burung Hud-Hud datang dan menyampaikan kabar penting dari Negeri Saba. Burung itu melaporkan adanya sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang ratu bernama Bulqis.

Baca Juga :  Tahun Baru Islam 1 Muharram: Momentum Hijrah, Refleksi Diri, dan Awal Baru

Menurut Hud-Hud, kerajaan tersebut makmur dan memiliki singgasana yang megah. Namun, rakyatnya masih menyembah matahari dan belum mengenal ajaran tauhid.

Mendengar laporan tersebut, Nabi Sulaiman memerintahkan Hud-Hud untuk membawa surat kepada Ratu Bulqis.

Isi surat tersebut mengajak sang ratu dan rakyatnya untuk meninggalkan kesombongan serta berserah diri kepada Allah SWT.

Setelah menerima surat itu, Ratu Bulqis mengumpulkan para penasihatnya untuk bermusyawarah. Demi menghindari peperangan yang dapat merugikan rakyatnya, ia memutuskan mengirim hadiah kepada Nabi Sulaiman sebagai bentuk diplomasi.

Namun ketika utusan Negeri Saba tiba di istana Nabi Sulaiman, mereka dibuat kagum oleh kemegahan kerajaan yang jauh melampaui kerajaan mereka.

Nabi Sulaiman menolak seluruh hadiah tersebut. Beliau menegaskan bahwa kekayaan yang diberikan Allah kepadanya jauh lebih baik daripada hadiah apa pun. Sebaliknya, beliau mengajak Ratu Bulqis untuk beriman kepada Allah SWT.

Setelah menerima laporan dari para utusannya, Ratu Bulqis akhirnya memutuskan untuk datang langsung menemui Nabi Sulaiman di Palestina.

Sebelum kedatangannya, Nabi Sulaiman bertanya kepada para pembantunya siapa yang mampu memindahkan singgasana Ratu Bulqis sebelum ia tiba.

Seorang jin Ifrit menyatakan sanggup melakukannya sebelum Nabi Sulaiman berdiri dari tempat duduknya. Namun, seorang yang berilmu bernama Ashif bin Barkhiya mampu memindahkan singgasana tersebut hanya dalam sekejap mata dengan izin Allah SWT.

Ketika Ratu Bulqis tiba, ia terkejut melihat singgasananya telah berada di hadapan Nabi Sulaiman. Setelah memastikan bahwa itu memang miliknya, keyakinannya semakin kuat bahwa Sulaiman adalah seorang nabi dan rasul yang mendapat pertolongan langsung dari Allah SWT.

Baca Juga :  Meningkatkan Kedisiplinan Kerja Di Lingkup OPD Tanjabbar

Nabi Sulaiman kemudian mempersilakan Ratu Bulqis memasuki istananya yang memiliki lantai kaca bening dengan aliran air di bawahnya.

Karena mengira sedang berjalan di atas air, Ratu Bulqis menyingkapkan kainnya agar tidak basah. Nabi Sulaiman lalu menjelaskan bahwa yang diinjaknya adalah lantai kaca yang sangat jernih.

Peristiwa tersebut semakin menyadarkan Ratu Bulqis akan kebesaran Allah SWT. Ia kemudian menyatakan keimanannya.

“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku sendiri dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam.”

Sejak saat itu, Ratu Bulqis menerima ajaran tauhid dan mengikuti jalan yang dibawa Nabi Sulaiman AS.

Kisah wafatnya Nabi Sulaiman AS juga menjadi pelajaran penting bagi umat manusia. Menurut riwayat yang disebutkan dalam Al-Qur’an, beliau wafat dalam keadaan bersandar pada tongkatnya.

Para jin yang bekerja untuknya tidak mengetahui bahwa Nabi Sulaiman telah meninggal dunia. Mereka baru menyadarinya setelah tongkat yang menopang tubuh beliau dimakan rayap hingga rapuh dan akhirnya beliau jatuh ke tanah.

Peristiwa itu menunjukkan bahwa jin tidak mengetahui perkara gaib sebagaimana yang sering diklaim oleh sebagian manusia.

Nabi Sulaiman AS dikenang sebagai sosok pemimpin yang adil, bijaksana, dan sangat taat kepada Allah SWT. Meski memiliki kerajaan terbesar, kekayaan melimpah, serta kekuasaan yang luar biasa, beliau tidak pernah sombong.

Sebaliknya, Nabi Sulaiman selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah dan menggunakan seluruh kekuasaannya untuk menegakkan kebenaran serta mengajak manusia kepada jalan tauhid.**

Share :

Baca Juga

Bangko

H. M Syukur Serahkan Hewan Kurban dari Presiden dan Pemkab Merangin

Advertorial

Pj. Bupati Tebo Tinjau Stabilitas Harga Dipasar Tanjung Bungur Jelang Idul Adha 2024

Daerah

Foto Ahmadi – Al Haris dan Grup WA Koto Keras Heboh, Cari Yang Terbaik, Ahmadi Pastikan Tidak Dukung Syafril Nursal Ataupun Calon Lainnya

Advertorial

Gubernur Al Haris Sambut Baik Lembaga Adat Melayu Selesaikan Masalah Melalui Hukum Adat
Emas Antam

Daerah

Harga Emas Antam Batangan Turun Rp 48.000, Buyback Ikut Merosot
Walikota Sungai Penuh Alfin, SH

Daerah

Safari Jumat di Koto Bento, Wako Alfin Ajak Jaga Lingkungan
Presiden Prabowo Subianto

Hukum

Presiden Prabowo Apresiasi Satgas PKH, 4 Juta Hektare Hutan Kembali, Rp6,6 Triliun Diselamatkan

Advertorial

Wagub Sani : MTQ Media Dakwah dan Syiar Keagamaan, Menggugah Semangat Generasi Muda Untuk Mempelajari Al-Qur’an