Kerinci, http://Eksisjambi.com– Minimnya intensitas hujan dalam beberapa minggu terakhir menyebabkan debit air Danau Kerinci mengalami penyusutan yang cukup signifikan. Kondisi ini di keluhkan masyarakat di sekitar danau, terutama nelayan tradisional dan pembudidaya ikan keramba, karena berdampak langsung terhadap penurunan produksi ikan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, permukaan air Danau Kerinci tampak semakin surut dibbandingkan beberapa bulan sebelumnya. Penyusutan ini mengakibatkan area perairan menyempit, kedalaman danau berkurang, serta mengganggu keseimbangan ekosistem perairan yang menjadi sumber utama mata pencaharian warga.
Sejumlah nelayan mengaku hasil tangkapan ikan menurun drastis. Jika sebelumnya mereka mampu memperoleh puluhan kilogram ikan dalam sekali melaut, kini hasil yang di dapat hanya sekitar setengahnya.
“Sekarang ikan susah di dapat. Air dangkal, ikan banyak yang berpindah atau mati. Pendapatan kami jelas berkurang,” ujar seorang nelayan Danau Kerinci yang enggan di sebutkan namanya.
Dampak penyusutan air juga di rasakan oleh para pembudidaya ikan keramba. Banyak keramba kini berada di perairan yang terlalu dangkal, sehingga kualitas air menurun dan ikan lebih rentan terserang penyakit. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kerugian besar jika terus berlanjut.
Warga menduga penyusutan debit air Danau Kerinci di pengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain musim kemarau berkepanjangan, pendangkalan danau akibat sedimentasi, serta dugaan alih fungsi lahan di sekitar kawasan danau.
Masyarakat khawatir kondisi ini akan semakin parah apabila tidak segera di tangani secara serius. Mereka berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera turun tangan melakukan kajian menyeluruh dan mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan Danau Kerinci.
Selain menjadi sumber utama penghidupan masyarakat, Danau Kerinci juga memiliki nilai ekologis dan potensi pariwisata yang sangat penting bagi Kabupaten Kerinci. Keberlanjutan danau ini di nilai perlu menjadi perhatian bersama demi menjaga keseimbangan lingkungan dan ekonomi masyarakat setempat.**







