Jakarta, Eksisjambi.com – Dokter sekaligus peneliti, Tifauzia Tyassuma atau yang lebih di kenal sebagai Dokter Tifa, menyatakan mengakhiri keterlibatan aktifnya dalam polemik ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), yang selama setahun terakhir menjadi salah satu isu hukum dan politik yang menyita perhatian publik.
Keputusan tersebut di sampaikan bertepatan dengan satu tahun sejak peluncuran buku Jokowi’s White Paper pada 18 Agustus 2025. Buku tersebut di tulis bersama Roy Suryo dan Rismon Sianipar, serta memuat kajian dari berbagai disiplin ilmu terkait polemik ijazah Joko Widodo.
Dalam pernyataannya, dr. Tifa menyebut bahwa tugas ilmiahnya dalam pembahasan isu tersebut telah selesai di laksanakan. Karena itu, ia memutuskan untuk tidak lagi terlibat secara aktif dalam polemik yang berkembang.
“Tugas ilmiah saya telah selesai. Kini saatnya kembali fokus pada bidang kesehatan yang memang menjadi kompetensi utama saya,” ujar dr. Tifa.
Selama setahun terakhir, nama Dokter Tifa menjadi salah satu figur yang kerap memberikan pandangan dan analisis mengenai polemik ijazah Jokowi.
Bersama tim penulis Jokowi’s White Paper, ia mengaku telah menuangkan hasil kajian sesuai perspektif keilmuan yang mereka miliki.
Dengan keputusan tersebut, dr. Tifa menegaskan akan kembali berkonsentrasi pada aktivitas sebagai dokter dan peneliti di bidang kesehatan, serta mengurangi keterlibatan dalam isu-isu politik maupun hukum yang berada di luar bidang keahliannya.
Meski demikian, polemik mengenai ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo masih menjadi perhatian publik dan terus bergulir melalui berbagai proses hukum maupun perdebatan di ruang publik.*







