PADANG, http://Eksisjambi.com – Proyek strategis Flyover Panorama Sitinjau Lauik resmi memasuki babak baru. PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik menandatangani Perjanjian Pembiayaan Sindikasi Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Flyover Panorama I (Sitinjau Lauik I), menandai dimulainya fase pembiayaan pembangunan infrastruktur yang selama ini dinantikan masyarakat Sumatera Barat.
Penandatanganan ini menjadi tonggak penting dalam upaya mengatasi tikungan ekstrem Sitinjau Lauik, salah satu ruas jalan paling rawan kecelakaan di Indonesia. Dengan karakter medan yang curam, berkelok tajam, dan memiliki tingkat lalu lintas tinggi, kawasan ini kerap menjadi lokasi kecelakaan lalu lintas, khususnya kendaraan berat.
Flyover Panorama Sitinjau Lauik dirancang sebagai solusi jangka panjang untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus memperlancar arus transportasi antara Kota Padang dan Kota Solok. Infrastruktur ini juga diharapkan mampu memangkas waktu tempuh, menekan biaya logistik, serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Sumatera Barat.
Direktur PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik menyampaikan bahwa dukungan pembiayaan sindikasi ini mencerminkan kepercayaan kuat para pemangku kepentingan terhadap kelayakan dan urgensi proyek. “Penandatanganan perjanjian pembiayaan ini menjadi langkah maju yang sangat penting. Kami berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang aman, andal, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Proyek ini merupakan bagian dari skema KPBU yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, badan usaha, serta lembaga keuangan. Sinergi tersebut dinilai krusial untuk memastikan pembangunan berjalan efektif, tepat waktu, dan berkelanjutan.
Saat ini, tahapan selanjutnya yang menjadi fokus adalah percepatan pembebasan lahan. Dengan dukungan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik berharap proses tersebut dapat segera dituntaskan sehingga pekerjaan konstruksi bisa dimulai dan dipercepat sesuai target yang telah ditetapkan.
“Flyover Panorama Sitinjau Lauik bukan sekadar proyek jalan layang, tetapi wujud nyata komitmen kami untuk menghadirkan perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan efisien bagi masyarakat Sumatera Barat,” tambahnya.
Dengan dimulainya fase pembiayaan ini, Flyover Panorama Sitinjau Lauik diharapkan segera bertransformasi dari rencana menjadi infrastruktur nyata yang membawa dampak positif bagi keselamatan lalu lintas, pertumbuhan ekonomi, serta kelancaran distribusi logistik di wilayah Sumbar. (*)







