Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:51 WIB

Menhub Dudy Ungkap Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

JAKARTA, http://Eksisjambi.com– Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkap kronologi kecelakaan pesawat ATR 42-500.

Pesawat nomor registrasi PK-THT itu di operasikan hilang kontak saat melaksanakan penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu 17/1/2026.

Armada itu jatuh di puncak Gunung Bulusaraung, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Ballocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Lokasi tersebut berjarak sekitar 26,49 kilometer dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, dan berdekatan dengan posko Basarnas terdekat. Pesawat tersebut melakukan penerbangan dengan jumlah manifest 10 orang, terdiri dari 7 awak pesawat dan 3 penumpang dari KKP.

Dudy menyampaikan pesawat tersebut di carter oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada Sabtu (17/1) pukul 08.08 WIB untuk melakukan pengawasan (surveillance) di wilayah perairan Indonesia yang berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab KKP.

Baca Juga :  KKP Buka Lowongan Besar-Besaran Awak Kapal Perikanan, Lulusan SD Bisa Daftar

Kemudian, pada pukul 12.23 WITA, Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center atau MATSC mengarahkan pesawat untuk melakukan pendekatan ke landasan Pacu Runway 21, Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin.

“Pukul 12.23 WITA, ATC mengidentifikasi pesawat tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya dan memberikan arahan koreksi posisi kepada awak pesawat, serta menyampaikan instruksi lanjutan agar pesawat kembali ke jalur pendaratan sesuai prosedur,” ujar Dudy dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Selasa (20/1).

Dudy menjelaskan komunikasi antara ATC dengan pesawat terputus (lost contact) sehingga ATC segera mendeklarasikan fase darurat atau di stress phase sesuai prosedur.

“Selanjutnya, Airnav Indonesia dan MATSC berkoordinasi dengan Basarnas, TNI Polri, Pemerintah Daerah Provinsi dan maupun Pemerintah Daerah Kabupaten, instansi terkait untuk membentuk krisis center yang di siapkan di Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar,” katanya.

Baca Juga :  Aniaya Wartawan Mafia PETI di- Polisikan

“Medan yang kami lihat di sana adalah medan yang cukup terjal dengan kemiringan kurang lebih hampir sampai dengan 70-80 derajat dengan kondisi licin dan hujan, sehingga menyulitkan, mungkin nanti dari Basarnas bisa menyampaikan detailnya,” ungkap Dudy.

Dudy mendapat laporan terbaru pada Senin (19/1) bahwa di temukan kembali satu jenazah korban dari pesawat lainnya yang berjenis kelamin perempuan.

“Jadi saat ini dari pihak Basarnas telah menyiapkan lokasi yang di siapkan oleh Komandan Lanud Hasanuddin untuk menempatkan tempat untuk semua bagian-bagian dari pesawat yang akan di kumpulkan di Lanud Hasanuddin. Kemudian untuk proses identifikasi akan di lakukan oleh DVI dari Kepolisian Polda Sulawesi Selatan”pungkasnya.**

Share :

Baca Juga

Advertorial

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jambi Pimpin Kunker ke Dinas Pariwisata DKI Jakarta

Daerah

Depati Nan Sepuluh dan Ninik Mamak Lekuk Limapuluh Tumbi Lempur Tegaskan Perlindungan Rimbo Adat

Daerah

Kode Redeem Free Fire Terbaru 9 Mei 2026, Tambahan 20 Kode FF Hari Ini
Hilangnya kunang-kunang menjadi tanda menurunnya kualitas lingkungan

Hukum

Hilangnya Kunang-Kunang Jadi Alarm Ekosistem

Daerah

Bupati Dillah Hikmah Harap Kadin Tanjabtim jadi Motor Pembangkit Ekonomi Daerah 

Advertorial

DPRD Tanjab Barat Gelar Rapat paripurna Penyampaian Nota Pengantar LKPJ

Daerah

OJK: Arus Dana Keluar Dipengaruhi Dinamika Global, Pasar Modal Indonesia Dinilai Tetap Terjaga

Daerah

Harga Emas Dunia Turun Rp5.726 per Gram, Dipicu Penguatan Dolar AS