Religi,Eksisjambi.com – Dalam ajaran Islam, rasa cemburu (ghirah) terhadap kehormatan keluarga di sebut sebagai salah satu bentuk kepedulian dan tanda keimanan. Sikap tersebut bukan sekadar rasa memiliki, tetapi merupakan dorongan untuk menjaga kehormatan, kebaikan, serta keselamatan orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya.
Di kutip dari pembahasan dalam Kitab Fiqih Madzhab Arba’ah Jilid 5 halaman 44, di sebutkan bahwa semakin kuat iman seseorang, maka semakin besar pula rasa kepeduliannya terhadap kehormatan keluarga. Sebaliknya, lemahnya iman dapat membuat seseorang kehilangan rasa peduli terhadap batasan-batasan yang telah di tetapkan agama.
Dalam kajian tersebut di jelaskan bahwa seorang mukmin yang memiliki rasa cemburu akan merasa prihatin apabila melihat anggota keluarganya, seperti istri, anak perempuan, saudara perempuan, maupun orang yang berada dalam tanggungannya melakukan hal-hal yang bertentangan dengan nilai agama, seperti membuka aurat atau menjalin hubungan yang tidak sesuai dengan tuntunan Islam.
Salah satu kutipan yang di sampaikan dalam kitab tersebut berbunyi:
“Di antara perkara yang sangat memprihatinkan bagi seorang mukmin yang merdeka dan memiliki rasa cemburu adalah apa yang kita saksikan pada zaman ini, yaitu sebagian wanita dan remaja putri keluar rumah dengan pakaian yang tidak menjaga kehormatan, tanpa rasa malu dan tanpa merasa bersalah.”
Dalam penjelasannya, kitab tersebut mengingatkan bahwa menjaga kehormatan bukan hanya menjadi tanggung jawab pribadi, tetapi juga menjadi amanah bagi orang-orang yang memiliki tanggung jawab terhadapnya.
Di sebutkan bahwa dosa atas kelalaian dalam menjaga kehormatan dapat menjadi tanggung jawab bersama, termasuk suami, orang tua, maupun saudara yang memiliki kewajiban membimbing dan mengingatkan.
Namun, para ulama juga menekankan bahwa nasihat dan kepedulian harus di lakukan dengan cara yang bijaksana, penuh kasih sayang, serta tidak dengan kekerasan atau merendahkan martabat seseorang. Tujuan utama dari sikap ghirah adalah menjaga kebaikan, memperbaiki keadaan, dan membangun keluarga yang taat kepada Allah SWT.
Islam mengajarkan bahwa rasa cemburu yang benar bukanlah kecemburuan yang berlebihan atau menguasai, melainkan kepedulian yang di landasi iman, tanggung jawab, dan keinginan untuk menjaga kehormatan.*






