JAKARTA,http://Eksisjambi.com – Parade marching band gabungan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) dan Yordania berlangsung meriah di Jakarta pada Minggu (7/6/2026). Kegiatan ini di gelar untuk memperingati Hari Kemerdekaan Yordania ke-80 sekaligus memperkuat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Yordania.
Acara tersebut turut di hadiri oleh Yusuf Jauhari. Kehadiran para pejabat dan peserta dari kedua negara menunjukkan komitmen bersama dalam mempererat kerja sama di berbagai bidang.
Parade di mulai dari Stasiun BNI City 46 dan melintasi sejumlah kawasan ikonik di Jakarta. Rute yang di lalui mencakup Bundaran HI, Patung Kuda, hingga kawasan Monumen Nasional (Monas).
Sebanyak 106 personel terlibat dalam parade marching band gabungan tersebut. Penampilan mereka berhasil menarik perhatian masyarakat yang berada di sepanjang jalur parade.
Kemeriahan acara terlihat dari antusiasme warga yang menyaksikan pertunjukan musik dan formasi barisan yang ditampilkan oleh para peserta.
Setelah tiba di Lapangan Ikada Monas, rangkaian kegiatan di lanjutkan dengan penampilan orkestra Unhan RI. Orkestra tersebut mengiringi prosesi pengibaran bendera Indonesia dan Yordania.
Momen pengibaran dua bendera negara sahabat itu menjadi simbol kuat hubungan diplomatik yang telah terjalin baik selama bertahun-tahun. Suasana berlangsung khidmat dan penuh semangat persahabatan.
Usai prosesi pengibaran bendera, marching band gabungan kembali menampilkan pertunjukan yang memadukan unsur budaya dan kedisiplinan militer.
Parade marching band Unhan RI dan Yordania tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Kemerdekaan Yordania ke-80. Kegiatan ini juga menjadi sarana diplomasi budaya yang mempererat hubungan kedua negara.
Melalui kegiatan tersebut, Indonesia dan Yordania menunjukkan komitmen untuk terus meningkatkan kerja sama di bidang pertahanan, pendidikan, dan kebudayaan. Kolaborasi semacam ini di harapkan dapat memperkuat hubungan bilateral sekaligus mempererat persahabatan antarbangsa.
Peringatan Hari Kemerdekaan Yordania ke-80 di Jakarta menjadi bukti bahwa kerja sama internasional dapat di bangun melalui kegiatan budaya yang melibatkan masyarakat dan institusi pendidikan.**







