Home / Daerah / Kerinci / Kota Sungai Penuh / Nasional / News / Sosbud

Senin, 23 Juni 2025 - 20:15 WIB

Napak Dahin: Upaya Pelestarian Budaya Suku Kerinci yang Hampir Luntur Dimakan Zaman

Eksisjambi.com,Sungai Penuh / Kerinci-Dalam upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya yang hampir terlupakan, sejumlah sanggar seni dari Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci menggelar sebuah tradisi sakral bertajuk Napak Dahin. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Dusun Nek, Kota Sungai Penuh, dan menampilkan ragam kesenian serta budaya Kerinci tempo dulu.

Tradisi Napak Dahin menjadi refleksi hidup masyarakat Suku Kerinci masa lampau, yang sarat dengan nilai-nilai luhur dan harmoni sosial. Dalam acara tersebut ditampilkan berbagai bentuk seni budaya seperti Parno Adat, makan bersama dengan hidangan khas Nasi Ibat, Rentak Kudo, Sike Rebana, hingga Tale Ngasuh Anak.

Baca Juga :  Pencairan Dana PIP Termin 1 2026 Mulai April, Siswa Diminta Segera Cek Status Penerima

Ketua Sanggar Seni Ilok Rupo Kota Sungai Penuh, Meyzateti, menjelaskan bahwa Napak Dahin adalah bentuk cerita hidup tentang bagaimana tradisi Suku Kerinci dijalani di masa lalu. “Misalnya, Tale Ngasuh Anak merupakan irama lagu lembut yang dinyanyikan oleh para ibu saat menidurkan anaknya. Sementara Sike Rebana merupakan seni yang memadukan irama musik dengan syair-syair religius dan adat, yang biasa ditampilkan dalam acara keagamaan dan upacara adat,” ujar Meyzateti.

Salah satu tarian yang turut memeriahkan kegiatan adalah Rentak Kudo, sebuah tarian dinamis sebagai wujud kegembiraan masyarakat Kerinci dalam menyambut momen-momen kebersamaan dan keberkahan.

Baca Juga :  Bupati H. Adirozal Pimpin Upacara HUT Sat Pol PP dan Damkar Tahun 2023

Kegiatan Napak Dahin ini merupakan bagian dari program Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia, yang mendorong pelestarian budaya lokal melalui revitalisasi tradisi yang hampir hilang. Kota Sungai Penuh menjadi lokasi pertama penyelenggaraan tradisi ini, sebagai pilot project yang diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk kembali mengenal, mencintai, dan menerapkan budaya leluhur mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan terselenggaranya Napak Dahin, para pelaku seni dan masyarakat berharap agar nilai-nilai budaya Suku Kerinci tidak hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi tetap hidup dan relevan di tengah arus modernisasi yang semakin deras.(Khairuls).

 

Share :

Baca Juga

Revisi UU ASN

Daerah

Revisi UU ASN: PPPK Kembali ke Konsep Awal, Selamat Tinggal Skema Paruh Waktu

Kota Sungai Penuh

Dengan Pakaian Adat,Empat Etnis Suku di Pelayang Raya Sambut Kedatangan Fiyos

Advertorial

Bupati Hadiri Rapat Paripurna DPRD untuk Pengumuman Penetapan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Terpilih pada Pemilihan Serentak Tahun 2024
Walikota sungai penuh Alfin

Daerah

Wako Alfin Apresiasi Prestasi Kota Sungai Penuh di MTQ Jambi ke-54

Artikel

Kisah Kehebatan Nabi Sulaiman AS Menurut Al-Qur’an

Advertorial

Gubernur Al Haris sangat mengapresiasi keberadaan HKTI

Daerah

Pj.Sekda Asraf Pimpin Deklarasi Percepatan Penanganan Covid-19

Bangko

Bupati M. Syukur Instruksikan Pembangunan Industri Hilirisasi Pertanian