GLOBAL, Eksisjambi.com – Pergerakan pasar kopi dunia kembali mengalami perubahan signifikan pada Oktober 2026. Peningkatan pasokan dari Brasil menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga kopi global, sementara komoditas Arabika mulai menunjukkan penguatan akibat keterbatasan stok bersertifikat di pasar internasional.
Berdasarkan laporan perdagangan kopi global, indikator gabungan harga kopi Organisasi Kopi Internasional atau International Coffee Organization (ICO) rata-rata berada di level 262,18 sen dolar AS per pon pada September 2026, turun sekitar 8,7 persen dibandingkan Agustus.
Penurunan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya ketersediaan kopi dari hasil panen Brasil serta ekspektasi pasokan dunia yang lebih melimpah. Hampir seluruh kelompok harga kopi mengalami tekanan akibat kondisi tersebut.
Namun, penurunan harga tidak terjadi lebih dalam karena stok Arabika bersertifikat masih rendah dan ketidakpastian kondisi cuaca global, termasuk pengaruh fenomena El Niño, masih menjadi perhatian pelaku pasar.
Dari sisi perdagangan, ekspor kopi dunia pada Agustus 2026 mencapai 12,58 juta kantong berukuran 60 kilogram, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 10,95 juta kantong.
Arabika Menguat, Robusta Mengalami Tekanan
Di pasar berjangka, kopi Arabika menunjukkan pemulihan pada perdagangan akhir Oktober. Kontrak Arabika ICE Desember tercatat naik sekitar 1,38 persen dalam sepekan menjadi 309,83 sen dolar AS per pon.
Kenaikan tersebut terjadi setelah stok Arabika bersertifikat di gudang New York turun ke level terendah sejak 1999 pada September lalu.
Sementara itu, indikator harga gabungan ICO meningkat sekitar 1,64 persen dalam periode yang sama, sedangkan harga Robusta justru mengalami penurunan sekitar 0,66 persen.
Perbedaan pergerakan ini menunjukkan kondisi pasar yang tidak seragam. Pasokan Arabika masih relatif ketat, sedangkan Robusta mendapat dukungan dari ketersediaan produksi yang lebih kuat.
Brasil Catat Rekor Ekspor Kopi Bulan Agustus
Brasil kembali menjadi sorotan dalam perdagangan kopi dunia setelah mencatatkan kinerja ekspor terbaik sepanjang sejarah untuk periode Agustus.
Negara produsen kopi terbesar dunia itu mengekspor sekitar 4,16 juta kantong kopi pada Agustus 2026, dengan peningkatan pasokan Arabika serta rekor pengiriman kopi Canephora atau Robusta.
Nilai ekspor kopi Brasil pada bulan tersebut mencapai sekitar 1,3 miliar dolar AS, juga menjadi rekor tertinggi untuk periode Agustus.
Peningkatan pasokan Brasil menjadi faktor penting dalam perubahan arah pasar global yang sebelumnya dipenuhi kekhawatiran akibat risiko cuaca dan gangguan produksi.
Laporan Rabobank menyebutkan bahwa narasi pasar kopi mulai bergeser dari kekhawatiran defisit akibat iklim menuju potensi surplus global dan penguatan kembali stok.
Kondisi produksi yang membaik di Brasil, Vietnam, dan Indonesia mulai mengurangi tekanan pasokan untuk musim panen 2027/2028.
Meski demikian, faktor cuaca, logistik, serta perkembangan tanaman tetap menjadi perhatian karena dapat memengaruhi volatilitas harga.
Industri Kopi Dunia Semakin Kompetitif
Di sektor industri, perusahaan peralatan kopi asal Italia, De’Longhi, memperluas kepemilikannya pada bisnis mesin kopi profesional yang menaungi merek La Marzocco dan Eversys.
De’Longhi mengeluarkan dana sekitar 662,5 juta euro untuk meningkatkan kepemilikan dari sekitar 61 persen menjadi 88 persen.
Transaksi tersebut resmi selesai pada 16 Oktober 2026 melalui pembelian tambahan sekitar 26,46 persen saham.
Bisnis kopi profesional tersebut mengalami pertumbuhan pendapatan lebih dari 50 persen sejak penggabungan kedua perusahaan diumumkan pada 2023.
Langkah ini memperkuat posisi De’Longhi dalam industri mesin espresso komersial global.
Kejuaraan Barista Dunia 2026 Digelar di Panama
Dunia kopi spesialti juga menjadi perhatian melalui penyelenggaraan World Barista Championship 2026 di Panama City pada 22–25 Oktober 2026.
Lebih dari 50 juara nasional dari berbagai negara mengikuti kompetisi tersebut. Ajang ini menjadi penyelenggaraan pertama kejuaraan barista dunia di kawasan Amerika Tengah.
Para peserta ditantang menyajikan espresso, minuman berbasis susu, serta kreasi khas dalam sesi penilaian selama 15 menit.
Kompetisi tersebut berlangsung bersamaan dengan pameran industri World of Coffee Panama, yang menjadi edisi perdana pameran kopi internasional tersebut di kawasan Amerika Latin.
Geopolitik Dunia: Ketegangan Global Masih Mempengaruhi Energi dan Ekonomi
Selain pasar kopi, kondisi geopolitik dunia juga menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi perdagangan dan stabilitas ekonomi global.
Risiko Selat Hormuz Kembali Meningkat
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat membuat risiko keamanan di Selat Hormuz kembali menjadi perhatian.
Iran menyatakan komunikasi tidak langsung dengan Washington masih berlangsung, namun memperingatkan kemungkinan serangan terhadap pangkalan Amerika Serikat, sekutu regional, serta infrastruktur komunikasi bawah laut jika konflik kembali meningkat.
Iran juga melaporkan adanya serangan terhadap tujuh kapal tanker minyak di kawasan tersebut pada 22 Oktober.
Selat Hormuz merupakan jalur penting perdagangan energi dunia yang sebelumnya membawa sekitar seperlima perdagangan minyak dan LNG global.
Upaya Diplomasi Rusia-Ukraina Berlanjut
Di kawasan Eropa, upaya diplomasi terkait konflik Rusia dan Ukraina terus berlangsung.
Utusan Amerika Serikat Steve Witkoff dijadwalkan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin setelah melakukan pembicaraan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy di Norwegia.
Presiden AS Donald Trump terus mendorong upaya penyelesaian konflik, sementara Ukraina masih meminta dukungan tambahan, khususnya sistem pertahanan udara.
Krisis Kemanusiaan Gaza Masih Berlangsung
Program Pangan Dunia atau World Food Programme (WFP) mengurangi bantuan pangan akibat keterbatasan pendanaan.
Jumlah penerima bantuan di Gaza turun dari sekitar 1,6 juta orang menjadi 1,1 juta orang. Di Tepi Barat, bantuan juga berkurang dari 400 ribu menjadi 200 ribu penerima.
Meski kondisi kelaparan besar berhasil ditekan setelah gencatan senjata Oktober 2025, lembaga tersebut memperingatkan kerawanan pangan masih tinggi.
Sudan Hadapi Ancaman Kelaparan Baru
Konflik di Sudan semakin memperburuk kondisi pangan masyarakat. Pemantau kelaparan yang didukung PBB memperingatkan kekeringan akibat pengaruh El Niño memperbesar dampak konflik terhadap sektor pertanian dan distribusi bantuan.
Serangan drone terbaru di wilayah Abyei yang disengketakan dilaporkan menyebabkan lebih dari 150 orang meninggal dunia.
Konflik Sudan yang berlangsung sejak April 2023 terus mengganggu produksi pertanian, akses pasar, serta jalur bantuan kemanusiaan.
Kim Jong Un Kunjungi China, Hubungan Beijing-Pyongyang Menguat
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un melakukan kunjungan ke China pada 24 Oktober 2026 melalui jembatan baru di Dandong.
Kunjungan tersebut menunjukkan semakin eratnya hubungan Beijing dan Pyongyang di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Asia Timur, termasuk isu Semenanjung Korea, Taiwan, serta hubungan Amerika Serikat dengan negara-negara sekutunya.
Pasar kopi dunia saat ini berada dalam fase penyesuaian. Melimpahnya pasokan Brasil mulai menekan harga, tetapi keterbatasan stok Arabika menjaga peluang penguatan harga. Di sisi lain, dinamika geopolitik global tetap menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi perdagangan komoditas, energi, dan ekonomi dunia.(*)







